Home / Ternate Andalan

21 Hari Berjibaku Dengan Api dan Asap, Wali Kota Ternate Apresiasi Tim Gabungan

Status Tanggap Darurat Dicabut, Pemkot Fokus Pemulihan dan Penanganan Sampah di TPA
23 Oktober 2026
Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman saat memberi arahan kepada tim gabungan penanganan Karhutla Kota Ternate

TERNATE, OT - Setelah kurang lebih 21 hari berjuang menaklukkan kobaran api dan asap padat, upaya penanggulangan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, akhirnya membuahkan hasil.

Seiring terkendalinya situasi, Pemerintah Kota Ternate secara resmi mencabut status Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Ternate, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih mendalam kepada seluruh personel tim gabungan yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah di lapangan.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh orang nomor satu di jajaran Pemkot Ternate saat memimpin Apel Gabungan Tim Penanggulangan Karhutla Kota Ternate yang berlangsung di areal TPA Buku Deru Deru Takome, Jumat (23/10/2026) sore.

"Selama 21 hari penuh, seluruh unsur tim gabungan telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan sinergi yang luar biasa dalam memadamkan api serta mengendalikan asap yang sempat mengancam lingkungan dan kesehatan warga," ujar Wali Kota di hadapan peserta apel.

Menurut Wali Kota, kolaborasi dan sinergi antarinstansi dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan Karhutla khususnya yang melanda kawasan TPA Buku Deru-Deru.

Upaya bersama yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemkot Ternate terutama petugas pemadam kebakaran, BPBD, DLH, Dinas Kesehatan, aparat TNI/Polri, hingga instansi terkait lainnya (Kementerian PU, Basarnas, Perumda Ake Gaale dan Baznas), menunjukkan dampak signifikan dalam mengendalikan sebaran api dan meminimalkan dampak asap bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, Wali Kota turut berterima kasih kepada lembaga, komunitas, paguyuban, para pengusaha, UMKM serta pihak lainnya yang turut mensupport tim tanggap darurat dalam melakukan upaya-upaya penanggulangan kebakaran di TPA.

"Kolaborasi lintas instansi dalam menangani Karhutla, khususnya di areal TPA Buku Deru-Deru, menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Sinergi ini terbukti efektif dalam mempercepat proses pemadaman dan mengamankan wilayah terdampak," ujar Wali Kota di hadapan tim gabungan.

Dijelaskan Wali Kota, penanganan di area TPA memiliki tantangan tersendiri karena tumpukan sampah memicu ditemukannya titik api bawah permukaan (ground fire) yang sulit dipadamkan hanya dengan penyiraman permukaan.

"Oleh karena itu, koordinasi yang solid antar-tim di lapangan sangat dibutuhkan untuk pengerahan alat berat serta penyediaan pasokan air yang berkelanjutan," terangnya.

Selain fokus pada pemadaman api, tim gabungan juga terus memantau kualitas udara di sekitar pemukiman warga guna mengantisipasi bahaya ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penanganan darurat saja, melainkan berlanjut hingga tahap pencegahan dan pemulihan, agar insiden serupa di areal TPA Buku Deru-Deru tidak terulang kembali di masa mendatang.

Dengan dicabutnya status Tanggap Darurat Karhutla, Pemkot Ternate kini mengalihkan fokus utama pada tahap pemulihan (recovery) pasca-kebakaran, rehab rekomstruksi serta penataan kembali sistem pengelolaan sampah di TPA Buku Deru Deru.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT