Home / Sehat Kotaku

Ini Upaya Dinkes Ternate Menindak Lanjuti Edaran Kemenkes Soal Obat Sirup

21 Oktober 2022
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ternate, dr Muhammad Sagaf (foto_bucek)

TERNATE, OT - Pasca penerbitan Surat Edaran Kemenkes Nomor: SR.01.05/III/ 3461/ 2022  tentang kewajiban penyelidikan epidemiologi dan pelaporan kasus gangguan ginjal akut pada anak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, akan mengeluarkan surat edaran penjualan obat sirup di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Ternate.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ternate, dr Muhammad Sagaf mengatakan, Dinkes Kota Ternate, akan mengeluarkan edaran secara resmi setelah Pemkot Ternate menerima surat edaran tertulis dari Kemenkes RI.

Meski edaran tersebut akan diterbitkan setelah Pemkot mendapat surat resmi dari Kemenkes, namun Dinkes telah menyiapkan draft edaran yang nanti ditujukan untuk setiap rumah sakit, apotik dan Puskesmas di Kota Ternate.

“Kita sudah mengikuti semua perkembangan di media sehingga untuk sementara waktu kita hanya memastikan pihak dokter dengan bagian kefarmasian dan sejumlah pihak terkait untuk menyetop menjual obat-obatan cairan berupa sirup,” kata dr Sagaf.

Dia juga menyatakan, untuk menindak lanjuti Edaran Kemenkes, Dinkes Kota Ternate akan berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Maluku Utara, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) maupun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di daerah.

“Tapi untuk sementara waktu riset dari Kemenkes dan Ikatan Dokter Anak Indonesia, serta Badan POM untuk memastikan ketepatan obat yang harus diberikan selain obat sirup,” tambah dr Sagaf.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat Kota Ternate, untuk tidak membeli obat secara bebas tanpa rekomendasi dari tenaga kesehatan.“Harus menggunakan obat sesuai resep dokter atau tenaga kesehatan,” imbaunya.

Sebelumnya, Kemenkes RI mengeluarkan edaran tentang kewajiban penyelidikan epidemiologi dan pelaporan kasus gangguan ginjal akut pada anak.

Edaran Kemenkes dikeluarkan setelah adanya kasus gagal ginjal akut secara misterius pada sejumlah daerah di Indonesia.

Namun sejauh ini, penyebab dari penyakit tersebut belum diketahui.

 (tima)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT