Home / POLRI

Polri Bangun Jembatan Merah Putih, Akses Vital Desa Salube Kembali Pulih

02 Maret 2026
Polri bangun jembatan di Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan

TERNATE, OT – Masih lekat di ingatan warga Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan, sebuah rekaman video yang menyayat hati beberapa waktu lalu. Dalam video viral itu, sejumlah warga harus bertaruh nyawa, berbasah-basahan menerjang derasnya arus sungai demi menggotong keranda jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.

Pemandangan memilukan itu terjadi setelah jembatan kayu swadaya satu-satunya akses penghubung desa hanyut tak bersisa diterjang banjir bandang. Namun, duka itu kini perlahan mengering. Di titik yang sama, kini telah berdiri tegak struktur beton permanen yang dinamai Jembatan Merah Putih.

Tragedi kemanusiaan di pelosok Halmahera Utara itu rupanya sampai ke telinga Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Drs. Waris Agono, Tak butuh waktu lama bagi sang jenderal bintang dua itu untuk mengeluarkan instruksi tegas: bangun jembatan permanen secepat mungkin.

Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Wahyu Istanto Bram W mengungkapkan bahwa proyek ini adalah respons nyata atas jeritan hati masyarakat. Polri tak ingin membiarkan warga terisolasi lebih lama, apalagi sampai kesulitan memakamkan keluarga yang wafat.

"Perintah Bapak Kapolda sangat jelas. Harus dibangun jembatan permanen yang kokoh. Kita tidak ingin kejadian warga menggotong jenazah di tengah banjir terulang kembali," tegas Wahyu saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Misi kemanusiaan ini diemban oleh Satuan Brimob Polda Malut. Sebanyak 17 personel diterjunkan ke lokasi, membaur bersama warga Salube. Mereka berjibaku dengan material alam, mengumpulkan batu dan pasir dari sekitar sungai untuk meramu beton yang kuat.

Hasilnya, sebuah jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 3 meter kini membentang gagah. Konstruksinya dirancang khusus dengan tiang pancang yang diklaim tahan terhadap hantaman arus saat musim penghujan tiba.

Bagi warga Salube, Jembatan Merah Putih bukan sekadar urusan infrastruktur. Ini adalah kembalinya rasa aman. Anak-anak sekolah kini tak perlu lagi menatap langit dengan cemas saat mendung datang, khawatir jalur pulang mereka terputus. Para petani pun kini lebih leluasa mengangkut hasil bumi tanpa harus memutar jalan.

"Jembatan ini adalah simbol kepedulian. Bukan hanya beton yang berdiri, tetapi juga harapan dan rasa aman bagi warga," tambah Kombes Pol Wahyu.

Kini, akses menuju tempat pemakaman umum maupun area perkebunan telah terbuka lebar. Polda Maluku Utara berharap, berdirinya jembatan ini menjadi pijakan awal bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Salube yang selama ini seolah terlupakan oleh derasnya arus sungai.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT