Home / Berita / Politik

KPU Maluku Utara Terus Sosialisasi Program DP3

13 Desember 2021
Safrina R Kamaruddin (foto_randi)

TERNATE, OT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara terus melakukan sosialisasi program relawan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) di tingkat Kelurahan maupun Desa yang tersebar di 10 Kabupaten dan kota di Maluku Utara, menjelang pemilihan serentak 2024 mendatang.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Provinsi Maluku Utara, Safrina R Kamaruddin mengatakan, untuk pemilihan serentak pada 2024 mendatang, KPU RI mempunyai program secara nasional yang dinamakan dengan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan.

Kata dia, program DP3 ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan rekomendasi dari pemilihan tahun 2020 dan juga pemilihan tahun 2019, karena maraknya politik uang dan berita hoax yang tersebar di masyarakat, sikap apatis dan pragmatis dari masyarakat terhadap pemilu dan pemilihan sehingga mengakibatkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan.

Untuk itu, KPU mencoba membuat program DP3 ini dengan tujuan bagaimana supaya adanya pendidikan pemilih guna meningkatkan kualitas dan kuantitas partisipasi dari pada pemilih ini.

Dikatakannya, dalam program DP3 itu KPU Malut akan merekrut kader DP3 sebanyak 25 orang dan nantinya mereka ini secara sukarela menjadi ajang informasi KPU kepada masyarakat.

"Jadi mereka 25 orang ini akan menyampaikan kepada masyarakat tentang informasi terkait dengan pemilu maupun pemilihan kepala masyarakat," ungkap Safrina, Senin (13/12/2021).

Dia mengaku, dari kerja sendiri mereka akan menjadi lokus kader pada Desa setempat, dimana untuk Maluku Utara sendiri simple di Kelurahan Kota Baru, karena Kelurahan tersebut berdasarkan data dari KPU Malut ada kerawanan konflik pada pemilu dan pemilihan tahun kemarin dan tingkat partisipasinya rendah di bawah 77,5 persen.

"Kalau berdasarkan data secara nasional itu harus memenuhi 77,5 persen. Secara umum untuk kota Ternate, Kelurahan Kota Baru tidak mencapai 77,5 persen atau di bawah 76 persen sehingga KPU Malut memilih menjalankan program DP3 lokusnya ada di kota baru," katanya.

Selain itu, KPU akan melihat kembali kelurahan maupun desa mana yang ada di Malut yang ada kerawanan, maka akan ditetapkan sebagai desa maupun kelurahan DP3 pada pemilihan serentak 2024 mendatang.

Ia berharap, semoga dengan program DP3 ini pada pemilihan serentak 2024 nanti masyarakat bisa sadar dan ada tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan serta diharapkan tidak ada lagi konflik-konflik pada pemilu dan pemilihan yang akan datang.

"Program ini sementara disebarkan di 10 Kabupaten dan kota di Malut. Kita berharap sebelum pemilu dan pemilihan serentak nanti , 10 Kabupaten dan kota di Malut sudah mempunyai Desa maupun Kelurahan DP3, sehingga dijadikan pilot project pelaksanaan program DP3 ini," harapnya.

 (RED)


Reporter: TIM
Editor: Fauzan Azzam

BERITA TERKAIT