TERNATE, OT– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara mengajak generasi muda mulai mengenal dan memahami investasi sejak bangku sekolah. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan “Generasi Muda Ternate Melek Investasi” di SMK Negeri 1 Kota Ternate.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 Maluku Utara dan diikuti ratusan pelajar SMK se-Kota Ternate. Materi diberikan oleh OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI).
Direktur Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Bayu Samodro, mengatakan jumlah investor pasar modal Indonesia telah menembus lebih dari 30 juta orang. Porsi investor dari kalangan generasi muda juga terus meningkat.
Menurut Bayu, tingginya minat investasi perlu diikuti pemahaman yang benar agar anak muda tidak terjebak euforia maupun keputusan investasi yang berisiko.
Dia mengajak pelajar membiasakan diri mengelola uang jajan dengan disiplin, termasuk menyisihkan sebagian untuk ditabung atau diinvestasikan. Sebelum memilih investasi, pelajar juga diminta menerapkan prinsip"2L, Legal dan Logis".
“Kenali dulu, baru mulai. Sisihkan, bukan sisakan. Dan jangan mudah tergoda FOMO,” ujar Bayu.
Sementara itu, Deputi Direktur Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, Halimatus Sa’diyah, memberikan edukasi mengenai perencanaan keuangan dan kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan ilegal. Ia memperkenalkan pola sederhana pengelolaan keuangan, termasuk mengalokasikan sebagian pendapatan untuk kebutuhan, tabungan, investasi, dan berbagi.
Pelajar juga diingatkan mewaspadai modus penipuan digital, seperti phishing, penyamaran identitas, serta investasi ilegal yang menawarkan keuntungan tidak wajar atau menggunakan skema member get member.
Kepala Wilayah BEI Sulawesi Selatan, Alberto Fasaamuri Dachi, kemudian mengenalkan pasar modal Indonesia sekaligus mengajak siswa belajar investasi melalui simulasi.
Sementara Direktur Eksekutif Dewan APRDI, Mauldy R. Makmur, memperkenalkan reksa dana sebagai salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan investor pemula.
OJK berharap edukasi tersebut dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga mampu mengelola keuangan dan memahami investasi secara sehat.
Investasi, kata OJK, bukan semata-mata mengejar keuntungan, melainkan membangun kebiasaan dan pola pikir keuangan jangka panjang sejak dini.(ier)














