HALBAR, OT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Ruang Boikole, Kantor Bupati Halmahera Barat, Kamis (3/9/2026).
Dalam momentum tersebut, Bupati Halmahera Barat, James Uang, mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalankan roda pemerintahan, khususnya saat menghadapi keterbatasan anggaran.
Bupati James Uang menegaskan, peringatan Maulid Nabi tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial keagamaan, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata, profesionalisme, dan kepedulian sosial.
"Kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diucapkan melalui shalawat, tetapi harus dibuktikan melalui akhlak, pelayanan, kejujuran, kepedulian, dan kerja nyata," tegas James di hadapan para jajaran ASN dan tamu undangan.
Menanggapi kondisi keuangan daerah yang saat ini menghadapi tantangan keterbatasan fiskal, James meminta jajaran birokrasi tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik. Sebaliknya, kondisi ini harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih efektif, efisien, dan inovatif.
"Setiap rupiah anggaran harus benar-benar diarahkan kepada kebutuhan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembangunan tidak selalu diukur dari seberapa besar anggaran yang kita belanjakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat," tambah James.
Selain masalah tata kelola pemerintahan, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan politik maupun sosial di masyarakat.
Orang nomor satu di jajaran Pemkab Halbar itu mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga dunia usaha untuk berkolaborasi membangun daerah.
"Kita boleh berbeda pandangan, tetapi kita memiliki satu rumah bersama, yaitu Kabupaten Halmahera Barat. Mari kita jadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai cahaya dalam membangun pemerintahan yang amanah dan masyarakat yang bermartabat," tutupnya.
Melalui momentum Maulid Nabi ini, Pemkab Halmahera Barat berharap semangat gotong royong dan nilai-nilai keagamaan dapat terus menjadi landasan utama dalam mewujudkan daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.
(deko)














