Home / Berita / Pendidikan

Oknum Wali Kelas di SMK Negeri 2 Kota Ternate Diduga Lakukan Praktek Jual Beli Nilai

29 Januari 2020
Gedung SMK Negeri 2 Kota Ternate

TERNATE, OT- Salah satu wali kelas Jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) SMK Negeri 2 Kota Ternate, diduga melakukan praktek jual beli nilai pada siswa yang nilai mata pelajarannya jelek.

Caranya, siswa-siswi yang nilainya bermasalah pada semester III diwajibkan mengikuti remedial (mengulang), dengan catatan membayar Rp 50 ribu per mata pelajaran, sehingga nilainya kembali bagus.

Kepada indotimur.com,  salah satu orangtua murid yang meminta namanya tidak dipublish menuturkan,  kebijakan wali kelas II  Jurusan TPTU SMK Negeri 2 Kota Ternate dengan menyuruhkan siswa-siswi yang nilai mata pelajarannya bermasalah wajib mengikuti remedial, dengan catatan membayar Rp 50 ribu per mata pelajaran.

"Pembayaran itu diberikan ke wali kelas, nanti wali kelas yang memberikan kepada guru bersangkutan, tujuanya memperbaiki nilai siswa yang jelek," ungkap sumber.

Dia mengaku, wali kelas pernah memerintahkan siswa kelas II bagi nilai mata pelajaran bermasalah segera berkonsultasi dengan guru mata pelajaran untk mengulang, namun para siswa tidak merespon, sehingga wali kelas mengambil kebijakan remedial para harus bayar Rp 50 ribu per mata pelajaran.

"Dengan adanya kebijakan itu, ada sebagian guru tidak sepakat mereka berkeinginan anak-anak datang remedial tanpa harus memungut biaya, namun kebijakan ini lahir dari wali kelas," terangnya.

Menurutnya, wali kelas mengambil kebijkan seperti ini karena para siswa akan turun Praktek Kerja Indstri (Prakerin), sehingga dibutuhkan nilai siswa harus tuntas atau baik. “Sebagian guri tidak mau, mereka hanya mengiginkan siswa mengulang tapi tanpa harus dipungut,” katanya.

Sementara Wali Kelas  II Jurusan TPTU SMK Negeri 2 Kota Ternate, Nurhayati saat dikonfirmasi indotimur.com mengatakan, dirinya hanya mengarahkan anak-anak untuk menghadap guru bagi nilainya bermasalah.

“Jadi ada isu ada siswa 24 orang ikut remedial itu tidak benar. Kemudian ada siswa yang tidak pernah masuk, sehingga nama-nama mereka tidak terdaftar di absens guru tiap mata pelajaran," katanya.

Kata dia, intinya masalah sudah diselesaikan oleh pihak sekolah, Kepsek pernah memangil wali kelas  dan  bendahara sekaligus pihak orangtua murid guna menyelesaikan masalah tersebut.

“Mungkin orangtua murid  salah pemahaman jadi kami sudah saling meminta maaf, kemudian masalah telah selesai jadi tidak perlu menggali sumber permasalah lagi," ungkapnya. 

 (ded)


Reporter: Dedi Sero Sero

BERITA TERKAIT