Home / Berita / Pendidikan

Ini Jadwal Perkuliahan Prodi Ilmu Sejarah FIB Unkhair

20 Februari 2021
Ketua Prodi Ilmu Sejarah FIB Unkhair Ternate, Jainul Yusup

TERNATE, OT - Program Studi (Prodi) Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unkhair Ternate, menjadwalkan perkuliahan semester genap akan dimulai pada tanggal 22 Februari 2021.

Berdasarkan jadwal perkuliahan yang dikeluarkan Prodi Ilmu Sejarah, perkuliahan semester genap dengan sistem 50 persen daring/kuliah online, dan minimal 50 persen luring/kuliah tatap muka.

Ketua Prodi Ilmu Sejarah FIB Unkhair Ternate, Jainul Yusup, dalam rilisnya yang diterima redaksi indotimur.com, menyebutkan, absensi dan pengisian jurnal perkuliahan tetap diisi di Virtualclass

"Selain absensi di Virtualclass juga pemberlakuan absensi manual di kelas, hal ini untuk mengantisipasi adanya selisih antara absensi divirtualclaas dan manual," katanya.

Kata Jainul, ruangan perkuliahan Ilmu Sejarah FIB Unkhair terletak di lantai 3 gedung FIB (ruangan kelas Kahatola dan ruangan kelas Mare)

"Bagi mahasiswa Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu budaya/FIB Unkhair yang masih berada di luar Kota Ternate agar secepatnya kembali ke Ternate, mengingat perkuliahan sudah dekat," ujar Jainul seraya meminta mahasiswa yang berada di luar untuk berhati-hati saat melakukan pelayaran.

"Kami juga himbau agar mahasiswa yang saat ini berada di luar Ternate untuk mencermati cuaca sebelum berangkat dari kampung halaman," imbau Jainul.

Dia menambahkan, perkuliahan tatap muka minimal 50 persen itu dengan memperhatikan protokol kesehatan, atau menerapkan 3M.

"Semua mahasiswa dan dosen dalam perkuliahan wajib memakai masker, mahasiswa tidak mengenakan masker maka akan dikeluarkan dari kelas dan tidak diikutkan dalam pertemuan/perkuliahan," tegasnya.

Para mahasiswa dan dosen sebelum dan sesudah kuliah tatap muka, diwajibkan mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, sebab ruangan kelas yang dimiliki Prodi Ilmu Sejaran cukup besar.

"Mahasiswa yang mengikuti kuliah tatap muka juga diatur jarak, karena kelas kita besar jadi duduknya harus berjarak jarak," tutup Jainul.

 (red)


Reporter: Gibran