HALTIM,OT- Sejak pandemi Covid-19 berlangsung hampir seluruh sekolah di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) meliburkan para siswa-siswi tanpa dibekali dengan pembelajaran.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Haltim, Muhammad Zufriyadi mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 namun para siswa di liburkan tanpa ada proses belajar dan mengajar apakah itu melalui daring maupun luring.
"Sejak pandemi ini berlangsung, kebanyakan sekolah di Haltim tidak melaksanakan pembelajaran di tengah pandemi dan meliburkan peserta didik, ini tidak bisa dibiarkan pada tahun ajaran baru 2020/2021," kata Zufriyadi, Jumat (17/07/2020).
Zufriyadi megaskan, tahun ajaran baru 2020/2021 SMA/SMK/SLB Negeri maupun Swasta di Haltim tidak bisa meliburkan peserta didik tanpa ada proses pembelajaran daring mapun luring.
"Kalau proses belajar daring tidak bisa dilakukan karena faktor jaringan internet, listrik sering padam dan anak didik tidak memiliki Hp, maka wajib gunakan luring," tegas Zufriyadi.
Lanjutnya, metode pembelajaran luring dengan membuat materi belajar dalam bentuk Modul dan dibagikan kepada peserta didik untuk dikerjakan, sementara para guru memantau sejauh mana penkerjaan modul pembelajaran tersebut.
"Kalau rumah siswa itu berada di pedalaman desa dan guru tidak bisa datang, maka siswa itu bisa datang ke sekolah kembalikan tugas yang telah diberikan dalam modul. Tentu dengan protokoler kesehatan seperti memakai nasker, cuci tangan dan menjaga jarak," ujarnya.
Kata dia, apabila pembelajaran melalui daring maupun luring tidak bisa dilakukan pihak sekolah, namun tetap melaksanakan proses pembajaran kepada peserta didik dan tidak perlu diliburkan.
"Kita tidak bisa membiarkan generasi Haltim hanya libur dan tidak belajar. Belajar bukan hanya disekolah namun belajar bisa dari rumah atau yang dikenal dengan istilah BDR (Belajar Dari Rumah), Kepala sekolah harus bekerja keras agar proses belajar peserta didik harus tetap berlangsung dan tidak bisa hanya libur saja," tandas Zulfriyadi. (dx)








