24 Juni 2019

Provinsi Malut Dapat Bantuan 8 Kapal Perintis

Kepala KSOP Kelas II Ahmad Yani Ternate, Taher Laitupa

TERNATE, OT - Untuk mendukung konektivitas di wilayah Maluku dan Maluku Utara, pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengalokasikan 31 unit kapal dari total 113 kapal yang dimiliki Kementerian Perhubungan untuk melayani masyarakat di wilayah itu.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ahmad Yani Ternate, Taher Laitupa, menjelaskan, pihaknya mendapat 8 bantuan kapal perintis untuk melayani masyarakat di Maluku Utara.

Kata dia, dari 8 kapal tersebut, 4 unit diantaranya, berpangkalan di Ternate, sedangkan 2 di Sanana dan 2 lainnya berpangkalan di Babang, Bacan, "di Sanana 2 kapal, di Babang 2 kapal dam di Ternate 4 kapal," terang Taher seraya menyebut, 2 diantaranya kapal penugasan.

Taher menambahkan, harusnya operasi kapal ini, dilakukan per 1 Januari sesuai kontrak, hanya saja untuk pengoperasiannya, dilakukan oleh operator dalam hal ini PT Pelni.

Meski demikian, Taher mengaku belum mendapat informasi terkait rute yang akan dilayari 8 kapal tersebut, "kalau rute, saya kurang paham, itu kan berdasarkam SK Dirjen Perhubungan Laut, jadi kapal itu rutenya tergantung SK," ungkap Taher, Senin (24/6/2019).

"Yang pasti, kapal ini diperuntukan bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil, daerah-daeeah yang tidak dilalui kapal+kapal swasta," pungkas Taher.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Wisnu Handoko dalam keterang tertulisnya, menyatakan, untuk mendukung konektifitas di wilayah kepulauan, pemerintah terus berupaya untuk memberikan pelayanan secara maksimal.

Untuk itu, kata Wisnu, pihaknya mengalokasikan sedikitnya 31 unit kapal perintis yang nantinya akan melayari perairan di Maluku dan Maluku Utara.

"Begitu pentingnya konektivitas di wilayah Maluku dan Maluku Utara, Pemerintah mengalokasikan 22 kapal perintis untuk provinsi Maluku dan 9 kapal perintis untuk propinsi Maluku Utara," ungkap Whisnu dalam keterangan tertulisnya.(thy)


Reporter: Ibenk