Home / Nusantara

Nelayan Asal Desa Gura Hilang di Perairan Pulau Tagalaya, Tim SAR Gabungan Sisir Lokasi

08 Januari 2026
Titik koordinat pencairan Tarjun Hadi (53), warga Desa Gura, dilaporkan belum kembali sejak pergi memancing pada Rabu sore (istimewa)

HALUT, OT– Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian besar-besaran di perairan Pulau Tagalaya, Halmahera Utara, setelah seorang nelayan dilaporkan hilang saat melaut. Korban bernama Tarjun Hadi (53), warga Desa Gura, dilaporkan belum kembali sejak pergi memancing pada Rabu sore, 7 Januari 2026.

Hingga Kamis, upaya penyisiran yang melibatkan personel lintas instansi tersebut masih terus dilakukan. Tim Rescue Pos SAR Tobelo telah mengerahkan unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 untuk menjangkau titik koordinat yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.

"Setelah menerima laporan dari keluarga korban, tim langsung bergerak menuju LKP (Last Known Position) untuk melakukan pencarian darurat," tulis laporan resmi Basarnas, Kamis, (8/1/2026).

Kronologi hilangnya korban, Tarjun diketahui bertolak dari daratan menggunakan perahu katinting sekitar pukul 17.00 WIT. Sebagaimana rutinitas nelayan setempat, ia seharusnya sudah kembali ke rumah sebelum fajar menyingsing. Namun, hingga matahari tinggi pada Kamis pagi, keberadaan Tarjun maupun perahunya tidak kunjung terlihat.

Pihak keluarga yang cemas sempat melakukan pencarian mandiri menggunakan beberapa perahu nelayan di sekitar perairan Pulau Tagalaya. Namun, upaya tersebut nihil. Sekitar pukul 09.00 WIT, Akbar Barasungi, perwakilan keluarga korban, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pos SAR Tobelo.

Operasi SAR Gabungan Kepala Pos SAR Tobelo memimpin langsung operasi ini dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta relawan dari pihak keluarga. Tim menghadapi tantangan cuaca dan kondisi laut saat menyisir area yang dikenal sebagai salah satu titik pancing produktif di Halmahera Utara tersebut.

"Saat ini Tim SAR Gabungan masih berada di lapangan. Fokus kami adalah memperluas radius pencarian di sekitar duga LKP, mengingat arus laut yang bisa membawa perahu korban menjauh dari titik awal," jelas sumber di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan material perahu atau perlengkapan memancing milik korban. Basarnas berkomitmen untuk terus melanjutkan pencarian sesuai prosedur tanggap darurat nasional.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT