Home / Nusantara

Dukung Mitigasi Risiko Bencana, NHM Berkontribusi Dalam Penyusunan Rencana Kontingensi Banjir

05 November 2026
Koordinator Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Iwan St. Panduko, saat berpartisipasi dalam penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 di Ternate. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana banjir. (Istimewa)

TERNATE, OT– PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) turut mengambil bagian dalam penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir Provinsi Maluku Utara Tahun 2026. Keterlibatan ini menjadi bentuk dukungan perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor menghadapi potensi bencana banjir di wilayah Maluku Utara.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026, di Ternate tersebut melibatkan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terkait penanggulangan bencana.

NHM diwakili Koordinator Emergency Response Team (ERT), Iwan St. Panduko, dari Departemen Health, Safety & Environment (HSE). Dengan pengalaman dalam penanganan bencana melalui keterlibatannya di Tim ESDM Siaga Bencana, NHM memberikan kontribusi dalam penyusunan dokumen, khususnya terkait identifikasi dan pemetaan sumber daya.

Pemetaan tersebut meliputi ketersediaan personel, peralatan, hingga logistik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan kondisi darurat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, Hasan Ahmad, mengapresiasi partisipasi NHM dalam mendukung upaya kesiapsiagaan bencana di daerah.

Menurut Hasan, penyusunan dokumen rencana kontingensi merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kesiapan menghadapi bencana, termasuk dalam penanganan keadaan darurat banjir.

“Penyusunan dokumen ini merupakan wujud kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan darurat banjir. Kami mengapresiasi keterlibatan aktif NHM, termasuk kontribusi Tim Rescue NHM dalam bidang pencarian, evakuasi, dan penyelamatan korban di bawah koordinasi Basarnas Maluku Utara,” ujar Hasan.

Sementara itu, Iwan St. Panduko menegaskan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

“Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Melalui penyusunan rencana kontingensi ini, kami berharap koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor semakin kuat sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih terarah, terpadu, dan efektif,” ungkap Iwan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara pada 29 Oktober 2026. Penandatanganan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam memperkuat perencanaan penanggulangan bencana banjir di Provinsi Maluku Utara.

Partisipasi ini sekaligus mencerminkan komitmen NHM untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kesiapsiagaan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta kontribusi sumber daya dan keahlian demi keselamatan masyarakat.(ier)


Reporter: Irfansyah

BERITA TERKAIT