Home / Nusantara

Dukung Ketahanan Pangan, NHM Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Teknologi di Kao Barat

20 Agustus 2026
Melalui pengembangan PM-AAS, NHM berharap Kecamatan Kao Barat dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi padi berkualitas di Kabupaten Halmahera Utara. (Istimewa)

HALUT, OT - PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian modern berbasis teknologi di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) Tahap I kepada Kelompok Tani Rizki Tani untuk pengembangan budidaya padi seluas 10 hektare. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada 4 Agustus 2026 di Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat.

Program ini dikembangkan melalui konsep Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS), sebuah pendekatan pertanian yang mengedepankan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani.

Pengembangan pertanian modern tersebut diharapkan mampu menjawab sejumlah tantangan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari keterbatasan modal dan tenaga kerja hingga persoalan serangan hama dan penyakit tanaman.

Dalam penerapannya, PM-AAS mengombinasikan penggunaan alat dan mesin pertanian dengan teknologi budidaya yang lebih terukur. Sistem yang diterapkan antara lain Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan jarak tanam rapat, pengelolaan unsur hara, pengaturan irigasi, hingga pengendalian gulma secara intensif.

Lahan pertanian seluas 10 hektare itu berada dalam satu hamparan yang mencakup wilayah administratif Desa Soahukum dan Desa Makarti. Selama ini, kawasan tersebut telah dikelola oleh Kelompok Tani Rizki Tani untuk pengembangan komoditas padi.

Melalui penerapan PM-AAS, NHM menargetkan peningkatan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani. Pemanfaatan teknologi dan mekanisasi juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap tenaga kerja manual.

Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi sektor pertanian.

“Kami berharap PM-AAS dapat menjadi model pertanian berbasis teknologi yang produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Halmahera Utara dan Maluku Utara,” ujar Irwan.

Program PM-AAS menargetkan produktivitas hingga 10 ton gabah padi per hektare. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pelaksanaan program akan disertai pendampingan dan monitoring melalui kerja sama dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penerapan sistem PM-AAS berjalan sesuai dengan petunjuk teknis, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga masa panen.

Ketua Kelompok Tani Rizki Tani, Hadi Sugito, menyambut positif dukungan yang diberikan NHM. Menurut dia, bantuan tersebut menjadi tambahan semangat bagi para petani untuk mengembangkan lahan sekaligus meningkatkan hasil produksi.

“Dengan adanya bantuan ini, kami semakin bersemangat mengelola lahan pertanian dan meningkatkan hasil produksi. Terima kasih banyak kepada NHM dan Presiden Direktur NHM, Bapak Haji Robert Nitiyudo Wachjo. Kami berharap dukungan dan pendampingan dapat terus berlanjut agar kemampuan serta kemandirian kelompok tani semakin meningkat,” ujarnya.

Melalui pengembangan PM-AAS, NHM berharap Kecamatan Kao Barat dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi padi berkualitas di Kabupaten Halmahera Utara.

"Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi petani melalui penerapan sistem pertanian yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Pada akhirnya, pengembangan pertanian berbasis teknologi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan, baik di tingkat Kabupaten Halmahera Utara maupun Provinsi Maluku Utara.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT