30 Juli 2020

Dua Desa di Weda Selatan Banjir, Warga Dievakuasi

Rumah Warga Yang Terendam (foto_polilo)

HALTENG, OT - Ratusan Kepala Keluarga (KK) dua Desa di Kecamatan Weda Selatan, Kabupatrn Halmahera Tengah (Halteng), Rabu (29/7/2020) sekitar pukul 20.38 WIT, tadi malam, terpaksa harus dievakuasi karena pemukiman mereka terendam banjir setinggi kurang lebih 70 cm.

Dua Desa yang terendam banjir, Desa Lembah Asri dan Sumber Sari Kecamatan Weda Selatan, Halteng.

Kapolsek Weda Iptu I Komang Suriawan dalam keterangannya mengatakan, warga Wairoro kembali dihantam banjir,  sehingga warganya saat ini dievakusi ke tempat lebih aman.

"124 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Lembah Asri, 15 KK sudah dievakuasi ke tempat pengungsian yaitu Koramil Persiapan Weda Selatan, dan satu KK yang terdiri dari 8 jiwa sudah mengungsi lebih duluan ke bukit yang berada di Lembah Asri," ucap Kapolsek Kamis (30/7/2020).

Sementara 108 KK kata Kapolsek, ketika mau dijemput dan dibawa ke tempat pengungsian, namun mereka bersikeras untuk bertahan di rumahnya,  dengan alasan sudah terbiasa menghadapi banjir dan berharap banjir cepat surut.

Lanjutnya,  selain Desa Lembah Asri yang terendam banjir, Desa Sumber Sari juga mengalami nasib yang sama.

"Dan saat ini 8 KK warga Desa Sumber Sari telah mengungsi secara mandiri ke rumah warga yang berada di dataran yang sedikit tinggi dan belum terendam banjir,"ucapnya.

Sementara Kapolres Halteng AKBP Nico A. Setiawan, saat mengunjungi warga yang telah mengungsi di tempat pengungsian mengatakan, pihaknya memberikan dukungan moril kepada warga yang terkena bencana banjir sekaligus memberikan bantuan berupa selimut, tikar, dan masker.

"Jadi untuk sementara waktu, jangan dulu beraktivitas, dan tetap berada di tempat pengungsian sampai air benar-benar surut," harap Kapolres.

Untuk diketahui, saat ini tim yang melaksanakan evakuasi terhadap warga masyarakat antaranya, Satgas Koramil Persiapan Kecamatan Weda Selatan, Personil Polres Halteng dan Polsek Weda, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halteng.(red)


Reporter: Supriono Sufrin