Home / Berita / Nasional

Warga Gane Akan Ancam Peserta Mancing di Widi

23 Oktober 2017
Rajak Idrus Warga Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan

HALSEL OT - Warga kecamatan Gane Timur dan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kecewa dengan sikap Pemerintah Provinsi Malut yang menetapkan Kota Labuha sebagai pusat kegiatan pelaksanaan Widi International Fishing Tournament (WIFT) 2018.

Rajak Idrus, salah atau warga Gane Timur menegaskan, akan mengancam peserta mancing mania yang melakukan kegiatan di Pulau Widi pada saat pelaksanaan WIFT nanti. Sebab, Pemprov Malut bersama Pemerinta Pusat menepatkan acara event WIFT di kota Labuha adalah bentuk pembohongan publik pemerintah terhadap masyarkat Gane Timur.

Rajak menilai, pemerintah telah menipu masyarkat Gane, padahal masyarkat Gane sudah antusias untuk merespon sebagai tuan rumah pelaksanaan WIFT.

Menurutnya, pemerintah telah gagal dalam menempatakan lokasi WIFT di kota Labuha.  "Kami minta Pemprov Malut khususnya panita WIFT, agar Gane Barat dan Gane Timur menjadi tuan Rumah, jika tidak, maka Gubernur, Bupati Halsel dan Kadis DKP harus bertanggung jawab," tegas Rajak.

Dia menilai, pemerintah tidak menghargai masyarakat Gane Barat dan Gane Timur. "Kami secara tegas menolak dan mengutuk Pemprov Malut menempatkan Labuha sebagai tuan rumah ivent WIFT," tegasnya.

Rajak juga mengancam akan menghentikan ajang mancing mania yang di pimpin oleh Kadis DKP Buyung Rajilun. "Saya akan pimpin masyarakat Gane untuk memboikot pilgub 2018 nanti, jika event WIFT di puaskan di Labuha," kecam Rajak.
(red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT