TERNATE,OT- Diklat Pim II angkatan XII, kepala dinas periwisata Kota Ternate, Samin Marsaoly, merancang program bersama membangun dan mempromosikan potensi wisata yang melibatkan semua unsur terkait, baik hotel, maskapai penerbangan, travel, pelaku usaha rumah makan/restoran dan UMKM.
Samin mengungkapkan, Kota Ternate sudah menjadi persinggahan berbagai turis mancanegara, hal ini dibuktikan beberapa kapal pesiar yang telah singgah di kota ini. Dengan begitu, secara otomatis turis mancanegara dalam kurun waktu 2 tahun terakhir mencapai puluhan ribu menyinggahi ternate. Selain itu juga, dalam waktu dekat wisatawan cina berencana akan datang ke ternate.
lebih lanjut, Samin menuturkan, bulan september mendatang, tepatnya tanggal 26 September 2018 dijadwalkan 1 lagi kapal pesiar bakal bersandar di pelabuhan A. Yani Ternate. Yang menjadi perhatian pemerintah daerah saat ini yaitu pelayanan jasa penerbangan dan angkutan laut menuju destinasi wisata yang ada di kota ini.
“Kami dari pemerintah daerah terus berupaya bagaimana daerah ini bisa memliki nilai jual bagi pelancing yang datang dari berbagai darah maupun mancanegara. Kalau pemerintah sendiri yag bekerja pasti sangat mustahil. Olehnya itu, kita harus bekerja keroyokan jika ingin pariwisata punya nilai jual,” ujar Samin Marsaoly, Sabtu (25/8/2018) siang tadi di Grand Dafam Hotel, dalam pemaparannya melalui pertemuan yang melibatkan semua unsur penggiat pariwisata di kota ternate.
Samin berharap, kedatangan wisman Cina ke Ternate harus punya kesan. oleh karena itu semua penggiat wisata baik travel agencies, pihak hotel dan pengusaha bisa bersinergi. karena, ini kesempatan baik dalam rangka prpmosi wisata.
Sementara itu, kepala Bandar Udara Sultan Babullah Ternate, Usdek L, mengatakan, pelayanan bandara Babullah sudah cukup memadai. Bahkan bandara ini sudah bertaraf international.
“Sejauh ini, sudah 29 negara mengetahui bandar udara Sultan Babullah, intinya banda Babullah sudah siap. Bahkan kita memliki 4 buah Xray yang bisa digunakan pihak imigrasi untuk turis asing yang ingin mengecek kelengkapan dokummen terkait ke imigrasian,” ungkap Usdek L.
Sementara itu, General Manager (GM) Grand Dafam Hotel Ternate, Ketut Gunarta, mendukung penuh program pariwisata di kota ternate.
“Saya ingin mengatakan, Promosi wisata di Bali sudah dilakukan sejak tahun 1913. Nah, di ternate sendiri fasilitas sudah memadai. Untuk grand dafam bela ternate telah siap segala bentuk pelayanan. Intinya kita harus kerja kelompok jika ingin mengembangkan pariwisasta di daerah ini,” katanya.
Sementara itu, Ssociation of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Maluku Utara, Mahmud Esa, mengungkapkan, saat ini yang masih menjadi masalah di Maluku Utara adalah ketersediaan kamar hotel, karena banyak turis masih mengeluhkan hal tersebut. Kemudian transportasi baik Taxi bandara. Sehingga, pemerintah harus membuat aturan tentang tarif tetap. Jika ingin menggunakan taxi di bandara mereka tinggal membeli di loket yang telah di sediakan di bandara. Selanjutya, informasi wisata yang mereka bisa peroleh di bandara.
“Rata-rata wisataawan ini punya harga pembanding dengan daerah lain. kalau harganya kelewat mahal, pasti mereka ini kapok datang kesini lagi. Kita juga harus memahami selera dari wisatawan,” ungkap Mahmud.
Selain itu, lanjut Mahmud, kendala tutup jalan utama yang sering dilakukan masyarakat ternate. Ini juga menjadi perhatian serius untuk di sosialisasikan perdanya.
Selain itu, ada beberapa hal menjadi poin penting dalam pembahasan dalam pertemuan tersebut diantaranya, travel agencies harus punya kapabilitas, informasi pariwisata di bandara, tarif tetap untuk angkutan dari bandara menuju tempat di tuju wisatawan berdasarkan zona, informasi souvenir, dan lain-lain.
Pertemuan yang di gagas oleh kepala dinas pariwisata ini, sebagai wujud pembangunan Torism Information Center (TIC) yang berisi konten informasi destinati wisata yang ada di wilayah ternate.(red)









