SEKADAU, OT - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat (Kalbar), Akhmad Suryadi mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai bamjir dan puting beliung.
Kata dia, hampir setiap hari Sekadau diguyur hujan dengan intensitas tinggi. “Ini akan terus berlangsung hingga Februari 2018 mendatang, puncaknya Desember dan Januari,” ujar Akhmad, Kamis (16/11).
Saat ini, kata dia, belum ada laporan adanya wilayah yang terendam banjir. Kendati demikian, Akhmad meminta masyarakat untuk mewaspadai datangnya banjir akibat curah hujan yang tinggi.
“Masyarakat harus berhati-hati, perlu diantisipasi bila terjadi banjir yang tiba-tiba,” pesannya.
Tak hanya itu, dengan perubahan cuaca tersebut masyarakat juga diminta untuk mewaspadai terjadinya puting beliung. Sebab, dibeberapa daerah telah terjadi puting beliung.
“Ini juga perlu diwaspadai, puting beliung tidak bisa diprediksi tapi bisa dilihat melalui arah angin” kata dia.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat bila disekitarnya ada pohon yang dinilai rawan tumbang agar dipangkas. Ia mengatakan, masyarakat dapat menghubungi kontak bencana BPBD Kabupaten Sekadau.
“Jika ada pohon yang rawan tumbang, lebih baik dipangkas terutama yang dekat permukiman. Tolong informasikan agar bisa kami bantu untuk memangkasnya,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Abun Tono menuturkan, dengan kondisi cuaca belakangan ini perlu diwaspadai terjadinya bencana. Masyarakat, kata dia, terutama yang berada di wilayah pesisir sungai harus waspada terjadinya banjir.
“Khususnya daerah aliran Sungai Sekadau, Kapuas dan Sungai Mahap yang rawan banjir. Ini yang harus diwaspadai bersama,” kata dia.
Tak hanya itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi lingkungannya. Terutama kawasan permukiman yang masih ada pohon tinggi. Hal ini untuk mencegah terjadinya pohon tumbang.
“Masyarakat juga bisa menghubungi BPBD untuk memangkas pohon. Perlu bersama-sama waspada mencegah hal-hal yang tak diinginkan,” pungkas Politisi Fraksi Partai Hanura itu.
(red)









