Home / Berita / Nasional

Dinkes dan DP3A Provinsi Malut Gelar Seminar dan Launching Forum Perempuan Peduli HIV-AIDS

07 November 2017
Peserta Padati Seminar Padati Aula Hotel Velya Ternate

TERNATE,OT- Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi Maluku Utara (Malut), melakukan Seminar dan Launching Forum Perempuan Peduli HIV-AIDS yang di pusatkan di Ball Room Velya Hotel di bilangan Jati Lurus, Ternate Selatan, Kota Ternate Malut, Selasa (7/11/17) pagi tadi.

Seminar dan Launching forum perempuan peduli HIV-AIDS ini, merupakan upaya pemerintah bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) provinsi atas tingginya angka penderita HIV-AIDS terutama Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ada di Malut, bahkan setiap tahun terjadi peningkatan signifikan penderita HIV-AIDS untuk kasus-kasus baru.

Kepada indotimur.com, kepala dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Malut, Dr. Idhar Sidi Umar menuturkan, Seminar dan Launching forum perempuan peduli HIV-AIDS merupakan salah satu program kerja saat mengikuti Diklat PIM II di Semarang. Pada saat itu diambil satu judul “Gerakan Bersama Pencegahan Penularan HIV-AIDS melalui dinas DP3A, dari situ tahapan awal pembentukan forum perempuan peduli HIV-AIDS ini terbentuk.

“Setelah terbentuk, hari ini baru kita laksanakan launching. Tujuannya untuk membawa kegiatan ini diseluruh kabupaten/kota di Malut. Dalam seminar hari ini melibatkan ibu rumah tangga, mahasiswa, LSM dan pelajar SMA, alhamdulillah mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini hingga selesai,” kata Kadis, Dr. Idhar Sidi Umar.

Dia berharap, masyarakat serta semua elemen bersama-sama menaggulangi penyeberannya. Semua komitmen bahwa HIV-AIDS harus diperangi seridaknya mengurangi angka penderitanya. Kedepan, pihaknya melalui gerakan terus mendoba menggerakan antusias masyarakat melalui forum-forum pemberdayaan perempuan yang ada. “Memang greget yang kurang. Nah, kami mencoba memicu ini supaya animo masyarakat dalam pemberantasan penyebaran HIV-AIDS cukup besar,” tutup Idhar.

Kesempatan yang sama, Kepala DP3A Provinsi Malut, Masni BSA mengatakan, kegiatan yang di prakarsasi oleh Kadis Kesehatan memang mayoritas di ikuti oleh kaum perempuan khususnya ibu rumah tangga.

Menurut Masni, kegiatan ini sangat baik kedepan kuhusnya di dinas pemberdayaan perempuan, Kemudian lebih memfokuskan ke ibu rumah tangga.  “Sebab, kita sendiri tahu berdasarkan data dari dinas kesehatan sebanyak 191 ibu rumah tangga terjangkit AIDS, ini berarti dari suaminya yng berganti-ganti pasangan. Keberadaan mereka dala kegiatan tentunya kita harapkan bisa mensosialisasikan tentang bahaya HIV-AIDS karena ibu-ibu ini lebih berkompeten,” tandas Masni.

Kata dia, Selain sosialisasi secara terbuka, harus juga dilakukan sosialisasi di setiap keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakkat. Melalui peranan perempuan dapat mencegah terjadinnya peyebaran HIV-AIDS itu sendiri.

 “Kalau boleh, suami isteri sebagai pelaku dalam rumah tangga harus menjaga kelanggengan keluarga. Saya juga minta paara suami jangan suka jajan diluar atau berganti-ganti pasangan. Gejala ini tidak terlihat. Tentunya agama harus menjadi landasan fundamen,” imbuhnya.(red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT