Home / Berita / Nasional
02 April 2020

Diduga 7 Anggota Polda Malut Yang Ikut Setukpa Lemdikpol Positif Rapid Test

Gedung Polda Maluku Utara

TERNATE,  OTSebanyak 300 siswa yang dinyatakan positif  rapid test di Sekolah Pembentukan Perwira Lembaga Pendidikan Polri (Setukpa Lemdikpol) di Sukabumi, Jawa Barat.

Saat ini, 300 orang tersebut kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP), dan sedang menjalani karantina selama 14 hari di lingkungan Dormitori Setukpa, sambil menunggu hasil pemeriksaan swab test, untuk memastikan positif Corona Virus (Covid-19) atau tidak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun indotimur.com di lapangan, dari 300 siswa Setukpa Lemdikpol itu, 7 diantaranya berasal dari Polda Maluku Utara (Malut). Pasalnya, ke-7 orang anggota itu belum diizinkan balik ke daerah, sementara 6 orang anggota sudah berada di Kota Ternate, Maluku Utara. 

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Adip Rojikan ketika dikonfirmasi indotimur.com menyampaikan, untuk siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) yang dikirim oleh Polda Malut untuk melaksanakan pendidikan pengembangan di Lemdikpol Sukabumi, sebanyak 13 orang.

“Kami dari Polda Malut kirim sebanyak 13 orang siswa, terdiri dari 11 siswa Polisi Laki-Laki (Polki) dan 2 siswa dari Polisi Wanita (Polwan),” kata Kabid Humah kepada indotimur.com di ruangan kerjanya, Rabu (2/4/2020).

Lanjut Kabid, berdasarkan hasil rapid test yang dinyatakan 300 orang siswa positif,  6 orang siswa dari Polda Malut langsung dipulangkan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan ke 6 siswa ini masih dalam kondisi sehat.

“Mereka juga sudah jalani pemeriksaan kesehatan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Malut di Sofifi,” jelasnya.

Sementara 7 siswa lainnya yang belum dipulangkan, Kabid mengaku, hingga sekarang pihaknya belum menerima surat dari Polri dengan alasan apa sehingga 7 orang ini belum dipulangkan ke Polda Malut.

“Kami belum menerima surat dari Mabes Polri, dan hingga sekarang belum terkonfirmasi situasi yang ada di sana,” pungkasnya.

Sementara Kapolda Malut Brigjen (Pol), Rikhwanto saat dikonfirasi via whatsapp belum merespon pesan yang dikirm wartawan hingga berita ini dipublish.

Sekedar diketahui, rapid test bukan untuk memastikan seseorang positif corona atau tidak. Tapi rapid test hanya untuk mengetahui antibodi seseorang telah terbentuk atau belum, karena jika antibodi terbentuk maka dipastikan dalam tubuh ada virus.

Namun, virus tersebut belum bisa dipastikan apakah Covid-19 atau virus lain. Untuk memastikan apakah Covid-19 atau bukan, sesuai protokol akan dilakukan test PCR (Polymerase Chain Reaction ) atau swab test.(ran)


Reporter: Randy Basri