JAILOLO,
OT - Statemen Al-Hajj Kaicil Muhammad Sidik Sjah, Minggu (29/10) kemarin yang meminta pihak kesultanan Jailolo tidak serta merta mengangkat Sultan setelah wafatnya Almarhum Sultan Abdullah Hariyanto Syah akhirnya ditepis perangkat Adat Kesultanan Jailolo.
Menurut Tulilamo Kesultanan Jailolo, Awat Lolori ketika di wancarai Indotimur.com, Senin(30/10/ 2017) tadi menegaskan, perangkat adat serta masyarakat adat kesultanan Jailolo tidak mengetahui siapa itu Al-Hajj Kaicil Muhamad sidik Sjah.
Pasalnya , dari pengakuan Muhamad Sidik Sjah jika dirinya sebagai sultan, justru tidak masuk dalam sistem Kesultanan Jailolo, sehingga pihak perangkat adat tidak merespon terkait siapa itu Muhamad Sidik Sjah.
"Haji Sidik itu tidak masuk dalam sistem yang kita miliki, makanya kita tidak akan merespon pernyataan yang telah diberitakan di sejumlah media," tegasnya.
Awat menegaskan, masyarakat adat Jailolo saat ini mengetahui yang akan melanjutkan tahta kesultanan jailolo mengantikan almarhum Sultan Abdullah Hariyanto Sjah adalah putra tungal dari almarmum yakni, Rosenu Heru Prawoto.
Awat menjelaskan , saat ini masyarakat adat Jailolo yang berada disemua desa telah melakukan pengisian nama di spanduk yang berwarna putih dengan mengunakan cap berwarna merah, Hal ini sebagai bentuk dukungan masyarakat adat untuk putra tungal Sultan Jailolo demi melanjutkan tahta Kesultanan Jailolo Paska wafatnya Almarhum Abdullah Hariyanto Sjah.
(red)









