TERNATE – Anak almarhum Sultan Ternate, Mudaffar Sjah, mendesak pemerintah melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Malut, untuk segera melakukan audit investigasi terhadap penggunaan dana hibah untuk Keraton Kesultanan Ternate. Sebab, dana tersebut diduga telah diselewengkan oleh oknum tanpa mempertanggung jawabkan penggunaanya.
Hidayat Mudafar Sjah, mengatakan, pihaknya meminta seluruh dana hibah yang dikeluarkan melalui APBD mulai tahun 2015-2017 untuk keraton agar segera dilakukan diaudit. Dana tersebut selama ini penggunaanya tidak jelas kemana karena keraton juga tidak pernah diperbaiki.
“Kami, putra-putri kesultanan ternate tidak tahu uang itu kemana, karena sudah hukumnya penggunaan keuangan negara melalui APBN dan APBD HARUS diaudit oleh pemerintah BPK sebagai lembaga auditor. Ini yang kita menuntut pihak auditor untuk segera mengaudit dengan mengecek bukti fisik, dari penggunaan dana-dana hibah itu,” kata Hidayat, Rabu (4/10/2017) malam.
Menurutnya, seluruh anak almarhum Sultan Mudaffar Sjah dan Kapita Lao Abdul Hamid Iskandar Djabir Sjah, meminta BPK segera melakukan audit, karena ada pihak (Pemerintah) yang berbaik hati memberikan dana hibah demi kemaslahatan kerajaan, tapi penggunaanya tidak jelas.
“Audit harus segera dilakukan, karena keraton tidak pernah diperbaiki. Sehingga tidak mencemarkan nama baik kesultanan,” jelasnya.
Pihak kesultanan juga berharap ke pemerintah untuk tidak mencairkan dana hibah berikutnya, jika jika anggaran sebelumnya belum diaudit dan dipertanggung jawabkan ke pemerintah.
“Kita minta untuk sementara jangan dulu dikucurkan dana hibah untuk keraton sebelum diaudit dan pertanggung jawaban dana hibah sebelumnya,” tegasnya.
Hidayat menegaskan, segala yang terkait dengan kesultanan yang merupakan peninggalan Sultan Mudaffar Sjah dan Kapita Lao Hamid Sjah bakal ditake over. Termasuk penyelenggaraan Legu Gam, kedepannya dikelolah secara langsung oleh seluruh putra-putri kesultanan.
“Legu Gam mendatang kami yang jalankan dan pasca ini kami bentuk panitianya dan segera menyurut ke Menteri Pariwisata, Gubernur, Walikota dan juga Ketua Umum Legu Gam yang lama, bahwa kami sudah mengambil alih,” terangnya.
Ditambahkannya, para Bobato Adat yang dilantik oleh Sultan Mufaffar Sjah diminta untuk segera aktif kembali bekerja dan mengambil hak dodegonya sebagaimana tugas yang telah diberikan oleh almarhum. (**)
(red)









