Home / Indomalut / Morotai
04 Februari 2020

Tembak Mati Hewan Ternak Warga di Kebun, Satgab Morotai Dituntut Ganti Rugi

Satgab Dinilai Langgar Kesepakatan

foto penembakan ternak milik warga di Morotai

MOROTAI, OT - Masyarakat Morotai yang memiliki hewan ternak, meminta Satuan Gabungan (Satgab) yang terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri, segera menghentikan operasi penembakan hewan ternak dengan menggunakan senjata api (senpi) di kebun warga.

Warga meminta Satgab untuk melakukan penertiban hewan tenak di Pulau Morotai menggunakan senapan bius, dan khusus bagi hewan yang berkeliaran di tempat umum sesuai dengan kesepakatan, bukan di kebun.

Hal ii menyusul, penembakan dua hewan ternak yang diklaim pihak Satgab sebagai hewan liar, pada Selasa (4/2/2020) pagi, di areal kebun Desa Gotalamo, diprotes salah seorang pemilik ternak.

Lut, pemilik hewan yang ditembak mati Satgab, tidak terima dengan tindakan yang dilakukan pihak Satgab lantaran penembakan yang dilakukan di lokasi kebunnya dan bukan di tempat umum.

“Kalian sudah keterlaluan, masa kalian tembak sapi di dalam kebun, sapi saya tidak berkeliaran di tempat umum atau di jalan raya, sapi saya bermain di kebun bagaimana kalian tembak,” kesal Lut warga Desa Gotalamo.

Dia mengaku, telah bersepakat dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pulau Morotai, Junaidi Soamole terkait penertiban hewan ternak yang mengganggu warga.

“Minggu kemarin saya sudah berkoordinasi dengan Kasatpol PP dan itu sudah kami setujui, kalau sapi saya keluar di jalan atau tempat umum maka kalian tembak saja, tapi kenapa anak buahnya tembak sapi di kebun saya,” cecar Lut.

Merasa dirugikan, Lut sebagai pemilik sapi meminta ganti rugi. “Saya tidak mau tau, sudah ada kesepakatan tapi kalian langgar jadi ganti rugi sapi saya, satu ganti lima,” koarnya.

Di sisi lain, sejumlah pemilik ternak di Morotai mempertanyakan fungsi pengadaan senapan bius yang sudah digunakan dua bulan terakhir, sehingga petugas menggunakan senpi untuk menembak sapi warga.

“Bulan kemarin penertiban pakai senapan bius, jadi kesempatan kalau ditembak sapi maka kita bisa pasang tali, sekarang malah pakai senjata peluru tajam, kami curiga ada apa ini,” geram warga.

Terpisah, Kabid Trantib Satpol-PP Luter Djaguna yang dimintai tanggapan oleh warga pemilik ternak, tidak memberikan penjelasan banyak soal penambakan itu. (hiz)


Reporter: Hizbullah Ode