Home / Advertorial / Kotaku

Proyek Anjungan Kuliner di Makassar Timur Resmi Dikerjakan

14 Juni 2022

TERNATE, OT - Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman bersama Kepala Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara, Firman Aksara, Selasa (14/6/2022) melakukan peletakan batu pertama pembangunan pusat wisata kuliner di areal tapak plus Kelurahan Makassar Timur, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate.

Kepala BPPW Maluku Utara, Firman Aksara kepada sejumlah wartawan usai peletakan batu pertama mengatakan, paket pekerjaan penataan kawasan permukiman kumuh di lingkungan kampung Makassar tidak hanya pembangunan anjungan kuliner, namun juga meliputi kawasan pemukiman Makassar Timur baik deainase maupun jalan lingkungan.

“Kita bukan hanya kerja di laut (anjungan), kita juga ada pekerjaan di dalam seperti drainase dan jalan lingkungan. Ini sebenarnya bukan pekerjaan pertama kali, tapi di tahun 2019 sudah pernah masuk, terus ada DAK 2021, dan masih dipercaya menangani kawasan kumuh di 2022,” ungkap.Firman.

Dia berharap ada perubahan signifkan pada wajah Kota Ternate terutama dari sisi timur kawasan Makassar Timur.

Firman menyatakan, setelah dibangun, kawasan ini selanjutnya menjadi milik masyarakat Kota Ternate, sehingga dia berharap, semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat kawasan ini.

“Aset yang diserahkan bulan Oktober ini, harus dijaga dengan baik,” harapnya.

Dia menambahkan, konsep pembangunan 32 lapak di bibir pantai ini menggunakan tiang pancang, sehingga tidak ada reklamasi dalam membangun kawasan ini.

“Kami cuma membangun infrastruktur, soal pengelolaan perawatan dan pemiliharaan itu nanti tugas Pemkot,” sambungnya.

.

Sementara, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman menambahkan, BPPW dan Pemkot telah menyiapkan konsep ini jauh sebelumnya, "jadi upaya untuk mempercantik titik kumuh yang masih terlihat di Kota Ternate bukan berjalan gampang," kata Tauhid.

“Saya mengikuti sejak 2017 waktu itu melalui program KotaKu, kemudian titik terbesar titik kumuh Kota Ternate yaitu pusat kota sini, berdekatan dengan pusat perdagangan, dan pemukiman masyarakat, sehingga itu menjadi perhatian kita untuk berkolaborasi antara Pemkot dan Kementerian PUPR,” terang Wali Kota.

Tauhid menuturkan, keterbatasan Pemkot terkait penganggaran, sehingga harus bergandengan tangan dengan Kemterian PUPR untuk melakukan perbaikan, kampung dan titik kumuh yang masih menganggu etalase estetika kota Ternate.

“Kegiatan ini tidak hanya pantai saja, tapi dalam pemukiman Makassar Timur,” tutup Wali Kota.

 

 (tima)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT