Home / Advertorial / Kotaku
27 April 2020

Disperkim Ternate Mengaku Belum Mengizinkan Pedagang Takjil Beraktifitas di Depan Dhuafa Center

Nuryadin Rachman : Kami Akan Lakukan Protokol Kesehatan Saat Penjualan

Kadis Perkim Kota Ternate, Nuryadin Rachman (foto_randy)

TERNATE, OTDinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kota Ternate mengaku untuk tenda di depan Dhuafa Center Ternate, dibangun untuk pedagang lama.

Kadis Perkim Kota Ternate, Nuryadin Racham kepada indotimur.com mengatakan penataan aktifitas pedagang di ruang publik salah satunya di depan dhuafa center memang difasilitasi Disperkim, namun itu dikhususkan bagi pedagang lama.

Meski demikian, kata dia, Disperkim belum mengizinkan pedagang untuk melakukan aktifitas perdagangan, sebab hingga saat ini, pihaknya sedamg menyiapkan skema yang sesuai dengan protokol kesehatan.

"Kita baru ujicoba, simulasi dengan skema para pembeli tidak turun dari kendaraan, mereka hanya mengantri untuk membeli takjil di sepanjang rute yang sudah diatur," ujar Nuryadin sembari memgaku, izin operasionalnya belum dikeluarkan.

“Sekarang kami masih melakukan penempatan simulasi belum diperbolehkan untuk penjualan,” ujar Kadis Perkim kepada indotimur.com, Senin (27/4/2020).

Dia juga menyebut, untuk pedagang dan 0embeli di kawasan itu, akan diberlakukan protokol kesehatan termasuk physical distancing.

"Ini juga menyangkut faktor ekonomi bagi masyarakat, sehingga kami juga tidak bisa membatasi namun persoalan jaga jarak akan diupayakan sehingga tidak ada masyarakat yang datang belanja secara berkumpul," tambahnya.

Sampai saat ini, lanjut Nuryadin, pihaknya terus berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ternate untuk menyusun skenario di kawasan itu.

"Kami akan upayakan hingga memenuhi standar SOP kesehatan soal Covid-19 di lokasi tersebut baik itu pembeli maupun penjual, wajib mengikuti aturan yang ditetapkan dilokasi itu,” pungkasnya.(ran)


Reporter: Randy Basri