Home / Advertorial / Kotaku
08 Juni 2020

Disperkim Ternate, Intens Lakukan Sosialisasi dan Penertiban di Ruang Terbuka Hijau

Petugas Disperkim Kota Ternate, saat melakukan penertiban dan sosialisasi terhadap pedagang yang menempati kawasan Kota Baru-Mangga Dua

TERNATE, OT - Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kota Ternate, Sabtu (6/6/2020), akhir pekan lalu, melakukan sosialisasi penanganan covid-19 dan penataan kepada para pedagang yang berjualan di sepanjang taman dalam kota Ternate terutama di kawasan Kota Baru-Bastiong.

Para pedagang yang menempati kawasan itu, diatur waktu aktifitas dan diminta mematuhi protokol kesehatan dalam rangka pencegahan dan penanganan covid-19.

Kepala Dinas Perkim Kota Ternate Nuryadin Rachman, mengatakan, pihaknya melaksanakan relaksasi dan optimalisasi, karena hal ini berkaitan dengan penanganan covid-19.

Dia menyebut, waktu aktifitas para pedagang diatur, mulai dari jam 8 pagi, hingga jam 6 sore, "kemudian, gerobak harus dibawa pulang, jangan diletakkan di lokasi tersebut," kata Nuryadin yang akrab disapa NR.

Selain itu petugas Disperkim juga meminta para pedagang, setelah berjualan lokasi jualannya di bersihkan, dan harus mengikuti protokol kesehatan. "Sehingga kemarin itu kami turun sosialisasi sekaligus penataan kembali lokasi berjualan, dimana diatur jaraknya untuk menghindari kerumunan," ungkap NR.

NR mengklaim, setelah melakukan sosialisasi dan penataan di kawasan Kota Baru-Bastiong, selanjutnya, penataan dan sosialisasi ini, akan dilakukan pada sejumlah kawasan lain, diantaranya, taman Nukila dan pantai Falajawa.

"Kalau di Kota Baru-Bastiong terdapat 24 pedagang yang beraktifitas. Kemarin sekitar 6 pedagang yang tidak beraktifitas itu kita langsung angkut barangnya karena terkesan kumuh," tandasnya.

Dikatakan NR, ada juga bangunan permanen milik pedagang yang dibangun pada kawasan tersebut dan telah dibongkar petugas. Karena para pedagang ini diijinkan berjualan tapi hanya bisa menggunakan gerobak tidak diijinkan bangunan permanen yang berada di sisi timur.

"Itu satunya berada di samping jembatan Kota Baru dan satunya di samping jembatan Mangga Dua, itu karena sudah diluar ketentuan," tandasnya

NR berharap para pedagang yang berjualan sepanjang taman yang ada di Kota Ternate untuk mematuhi protokol kesehatan, yang edarannya sudah disampaikan pada pekan kemarin.

Pada kesempatan itu, lanjut NR, ada sejumlah baliho milik bakal calon Wali Kota yang ikut ditertibkan.

"Karena lokasi taman itu tidak bisa di pasang baliho sosialiasi kandidat, jadi kemarin ada tiga bakal calon yang kita tertibkan baliho yang ada di situ. Ini juga jadi perhatian bakal calon kalau pasang baliho jangan di pasang di taman-taman dalam kota, kemudian PKL tidak boleh buat lokasi permanen," pesannya. (thy)


Reporter: Ibenk