Home / Advertorial / Kotaku
02 Agustus 2020

Bahas Soal Lahan Pekuburan Cina, Disperkim Ternate Gelar Rapat Terbatas

Rapat terbatas Disperkim soal lahan pekuburan Cina

TERNATE, OT - Pemerimtah Kota (Pemkot) Ternate, melalui Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman (Disperkim), menggelar rapat terbatas dengan sejumlah instansi terkait guna membahas soal pemukiman penduduk di lahan pekuburan Cina.

Rapat yang melibatkan Yayasan Cahaya Bakti selalu pemilik lahan itu, juga dihadiri Pemerintah Kecamatan Ternate Tengah, Lurah Kalumpang, Lurah Santiong dan Lurah Salahuddin serta unsur terkait lainnya.

Kapala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Ternate, Nuryadin Rahman usai memimpin rapat menjelaskan, rapat terbatas yang dilaksanakan merupakan langlah awal dalam menyelesaikan masalah lahan pekuburan Cina.

Kata dia, rapat tersebut untuk mrngumpulkan data dan informasi awal permasalahan yang terjadi di lahan pekuburan Cina, "kita input data dulu, kita kumpulkan semua informasi dan data untuk dibuat resume kemudian dilapotkan ke Wali Kota untuk mengambil kebijakan," kata Nuryadin.

Menurutnya, dalam rapat tersebut, pihaknya juga mengundang pihak yayasan serta Camat Ternate Tengah dan tiga Lurah yang wilayahnya masuk dalam lahan tersebut, "setalah seluruh resume informasi itu dikumpulkan, kita laporkan ke Wali Kota sehingga nantinya ada kebijakan dari Wali Kota, kira-kira arahnya akan seperti apa," tukasnya.

Nuryadin mengaku ada niat baik dari pihak yayasan dalam masalah ini, "ada niat baik pihak yayasan dalam masalah ini, kita nanti tawarkan tiga opsi berkaitan dengan bidang dan tugas Disperkim.

Menurutnya, pembangunan pemukiman di lahan perkuburan itu tidak dibenarkan, "sehingga di tahap satu kami akan melakukan pengendalian pemukiman di area tersebut, sesuai program 2021 terkaitan dengan penataan ruang terbuka hijau di situ sebagaimana pernah dilakukan Perkim, beberapa tahun lalu," tambahnya.

Selanjutnya, kata dia, penataan kembali kawasan tersebut, "jadi semangat pak Wali, bahwa akan menata kembali kawasan perkuburan, yang dimana fungsi perkuburan tersebut bukan hanya tempat pemakaman, melainkan di area tersebut juga terdapat perkuburan Belanda yang bisa dijadikan objek wisata sejarah," ujarnya.

Meski begitu, Nuryadin mengaku, opsi-opsi trrsebut, nantinya akan dikordinasikan dengan pihak-pihak terkait, "kami akan lebih fokus pada pembangunan permukiaman kumuh yang ada di dua lokasi tersebut," tutupnya. (ier)


Reporter: Irfansyah Tawainella