Home / Berita / Hukrim
20 September 2020

Seorang Warga Obi Ditusuk, Dua Terduga Pelaku Masih Buron

Korban saat diamankan di rumah keluarga

HALSEL, OT - Aksi kekerasan kembali terjadi, setelah sebelumnya, warga Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), digegerkan aksi brutal kakak beradik terhadap seorang siswi taruna beberapa waktu lalu.

Aksi kekerasan kembali terjadi.di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan.

Seorang warga yang diketehui bernama Frans Kurama alias Tyson (29), warga Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan terpaksa harus dilarikan ke RSUD Labuha, setelah dianiaya dua terduga pelaku berinisial NT alias Niki (35) dan JS alias Jeki (21).

Akibat penganiayaan, korban Tyson mengalami tiga luka tusuk di bagian dada sebelah kanan, perut sebelah kanan dan di bawah ketiak kiri. 

Salah satu keluarga korban, Nyong Kurama (33), saat dikonfirmasi indotimur.com, Minggu,(20/9/2020), menuturkan, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIT.

Saat itu, kata Nyong,  korban Tyson sedang berjalan, tiba-tiba dua terduga pelaku yang diketahui telah dipengaruhi miras langsung menganiaya korban dengan menikam korban sebanyak tiga kali di bagian dada sebelah kanan, perut kanan dan dibawah ketiak kiri.

Mendapat serangan secara tiba-tiba, korban langsung berteriak minta pertolongan.

Memdengar teriakan tersebut, keluarga korban lainnya yang saat ini juga berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), Stevi Kurama (19) dan Roland Kurama (19) datang menolong korban yang sudah bersimpah darah.

"Ini yang kedua kalinya, pelaku menganiaya korban, setelah 2018 silam pelaku juga menghajar korban menggunakan kayu balok, namun diselesaikan secara kekeluargaan," ujar Nyong.

Atas perbuatan kedua terduga pelaku, pihak keluarga korban meminta polisi segara menangkap pelaku dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Ini sudah berulang-ulang maka kami minta prosesnya secepat mungkin,".tegas Nyong yang masih memiliki ikatan keluarga dengan korban.

Dia mengaku, pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat untuk ditindak lanjuti, karena kedua terduga pelaku, disinyalir telah melarikan diri ke hutan.

Sementara itu, Kapolsek Obi Selatan, IPDA Jufri Yusuf, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa penikamanan di Obi Selatan

Dia mengaku, pihaknya sudah menerjunkan anggotanya bersama personil Armed 9 untuk mengejar terduga pelaku dengan melakukan penyisiran di hutan.

"Anggota saya baru saja tiba di Desa Bobo sebanyak 3 personil dibantu 2 anggota TNI dari Satgas Armed 9 untuk melakukan pencarian TSK yang saat ini diduga lari ke hutan," ujar Kapolsek.

Kapolsek juga membenarkan, bahwa perselisihan antara terduga pelaku dengan korban merupakan yang kedua kali, sehingga Kapolsek memastikan, akan segera memproses kasus ini.

"Infonya, pada tahun 2018 pernah kejadian pelaku memukul korban dengan kayu balok, saat itu terduga pelaku juga lari ke hutan, namun kemudian diselesaikan secara kekeluargaan," terangnya.

Saat ini, lanjut Kapolsek, pihaknya masih memdalami motif penganiayaan yang dilakukan kedua terduga pelaku terhadap korban.

Dia berharap, keluarga korban menyerahkan penanganan kasus ini ke pihak penegak hukum, "saya mohon saudara sampaikan di keluarga korban untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum, mohon bantuannya, kami pasti menyelesaikan kasus ini sesuai hukum yang berlaku," tutupnya. (iel)


Reporter: Sahril Samad