Home / Berita / Hukrim
14 September 2020

Praktisi Hukum Nilai Penyidik Polres Ternate Tidak Maksimal Tanggani Kasus Penemuan Bayi

Muhammad Konoras (foto_randi)

TERNATE,  OT  - Salah satu praktisi hukum di Provinsi Maluku Utara, Muhammad Konoras menilai penyidik Polres Ternate lambat menangani kasus penemuan bayi yang terjadi beberapa blan lalu.

"Saya nilai penyidik Polres Ternate menanggani kasus ini tidak maksimal," kata Muhammad Konoras kepada indotimur.com, Senin (14/9/2020).

Menurut Konoras, dalam proses penyelidikan membutuhkan analisa secara pasti bahwa siapa pelaku dalam kasus tersebut, sehingga mengetahui pelakunya. Apalagi kasus temuan bayi di Kota Ternate ini merupakan tugas penyidik Polres Ternate untuk bisa mengungkap siapa pelakunya, tapi hingga sekarang belum bisa terungkap.

“Apa kendalanya sehingga lambat menanggani kasus. Memang proses penyelidikan suatu kasus tidak gampang, namun jika tertunda berbulan-bulan inikan harus dipertanyakan kenapa hingga kasusnya bisa terlambat,” katanya.

Kata Konoras, profesionalisme Polisi diuji dalam menanggani kasus agar jangan hanya mengedepankan kasus-kasus tertentu yang proses penyelidikanya sangat cepat. Sementara ada kasus tertentu juga Polisi sulit untuk ungkap pelakunya.

“Ini ada apa? sehingga lambat diselesaikan, apakah nilai dari kasus itu rendah atau ada kesulitan-kesulitas penghalang dalam penyelidikan,” tanya Konoras.

"Sepanjang ini saya nilai penyidik Polres Ternate tidak bekerja dalam kasus ini," pungkasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda saat dikonfirmasai via WhatsApp tidak merespon pesan wartawan hingga berita ini dipublish.

(ran)


Reporter: Randy Basri