Home / Berita / Hukrim
01 Agustus 2019

Hendak Diperkosa Sopir Angkot, Seorang Gadis di Ternate Loncat dari Mobil

Terduga Pelaku Langsung Diamankan Polisi

Kendaraan yang digunakan terduga pelaku saat melakukan upaya pencabulan

TERNATE, OT - Seorang gadis yang bekerja pada salah satu usaha laundry di lingkungan Falajawa Dua, Kecamatan Ternate Selatan berinisial FA (19), nekat lompat dari mobil angkot demi menyelematkan kehormatannya dari sopir mobil JS (30), warga kelurahan Sulamadaha yang hendak melakukan tindakan pemerkosaan.

Informasi yang dihimpun indotimur.com menyebutkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.40 WIT di Kelurahan Sulamadaha Kecamatan Ternate Barat, tepatnya di jalan raya sebelum Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

JS yang mengendarai mobil angkutan (mikrolet) berwarna biru dengan nomor polisi DG 1157 UW mencoba melakukan pencabulan terhadap seorang gadis inisial FA,

Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda saat dikonfirmasi indotimur.com, Kamis (1/8/2019) membenarkan Polisi telah mengamankan oknum sopir JS yang diduga akan melakukan tindakan pencabulan terhadap FA.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun melalui Kasat Reskrim, kronologis awalnya sekitar pukul 18.30 WIT korban FA pulang dari tempat kerja dan naik angkot untuk pergi ke rumah kakaknya di Kelurahan Dufa-Dufa.

Saat korban menaiki mobil tersebut ada beberapa penumpang dalam mobil..FA kemudian duduk di bangku belakang, namun di tengah perjalanan korban dipanggil untuk pindah ke kursi depan yang saat itu lagi kosong.

Begitu sampai di pertigaan kelurahan Dufa-Dufa sebelum SMP Negeri 2 kata Kasat, jalan tersebut ditutup karena ada acara sehingga mobil terus melaju ke arah Akehuda untuk menurunkan penumpang terakhir.

Usai mengantar penumpang terakhir, mobil kemudian berbalik arah menuju Dufa-Dufa tepat di depan SMA Negeri 4 untuk menurunkan korban yang akan mengunjungi rumah kakaknya guna menyampaikan bahwa yang bersangkutan akan pergi ke Pulau Tidore .

Setelah menyampaikan maksud kedatangan korban kepada kakaknya, korban berencana kembali, namun ternyata mobil ditumpangi korban masih menunggu. Korban kemudian dipanggil untuk naik ke mobil dengan alasan akan diantarkan kembali ke tempat kerja di Falajawa Dua.

Korban yang belum begitu paham tentang jalan di Kota Ternate, tidak menyadari bahwa arah mobil menuju ke arah mana. Dalam perjalanan itu, terduga pelaku sempat memegang belakang leher korban disertai ancaman untuk tidak melawan.

Namun korban memberikan perlawanan, aplagi jalanan mulai gelap. Korban mengaku, tidak mengetahui persis lokasi itu. Dalam perjalanan, FA terus melakukan perlawanan dan berhasil keluar dari mobil. Di saat yang bersamaan, FA melihat sepeda motor yang melintas dan berteriak bahwa dirinya akan diperkosa.

Mendengar hal itu, JS kemudian menancap gas mobilnya karena dikejar oleh pengendara motor, hingga menabrak sebuah pohon. Setelah itu terduga langsung melarikan diri. Sementara FA langsung dibawa oleh pengendara motor menuju Polres Ternate untuk membuat laporan polisi. 

Kasat mengaku, terduga pelaku sudah diamankan Polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif atas dugaan kasus pencabulan. "Kami masih melakukan pendalaman sekarang lagi di dalami setiap kejadian yang ada," ungkap Kasat Reskrim Polres Ternate kepada indotimur.com Rabu (1/8/2019).

Dia memastikan, jika hasil pemeriksaan sudah lengkap, hasilmya akan disampaikan, "jika suda ada hasilnya maka kami akan sampaikan dan pendalaman ini kami lakukan 1x24 jam baru kami tentukan status terduga pelaku," sebut Kasat.

Kasat menambahkan, jika dilihat, pelaku melakukan aksinya dengan tujuan pemerkosaan tapi tidak terjadi pemerkosaan, "maka kami akan melakukan pendalaman dengan dugaan pencabulan terhadap FA," sebut Kasat.

Pelaku terancam dijerat dengan pasal 289 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun penjara.

 (red)


Reporter: Randy Basri