Home / Berita / Hukrim
02 April 2020

Diduga Hina Profesi Bidan dan Perawat di Medsos, Sukri Idrus Dipolisikan

Sukri Idrus saat diperiksa penyidik Ditkrimsus Polda Maluku Utara (foto_ist)

TERNATE, OT - Dua organisasi profesi kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Maluku Utara (Malut) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Ternate, Kamis (2/4/2020), secara resmi melaporkan akun facebook atas nama Sukri Idrus ke Polda Maluku Utara.

 

Akun atas nama Sukri Idrus itu, dilaporkan dua organisasi profesi kesehatan ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Malut karena dinilai telah menghina profesi bidan.

 

Salah seorang bidan, Hj Rosdiana Turuy yang juga ketua IBI Maluku Utara, saat ditemui indotimur.com, di ruang Ditkrimsus Polda Malut mengaku, tersinggung atas unggahan akun Sukri Idrus yang dinilai telah menghina profesi bidan

 

"Saya tidak merasa puas, karena Ini suatu hinaan terhadap profesi IBI, ditangah merebaknya virus corona," kata Rosdiana

 

Dia menyatakan, bidan memiliki tanggung jawab besar dalam bidang kesehan. "Bidan di pelosok sana bertahan hidup dan kerja langsung berhadapan dengan masyarakat jadi saya tidak terima baik dengan status yang dibuat Sukri," tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Bidang PPNI Kota Ternate, Muhammad Baitulah menyesalkan, status yang diunggah akun facebook atas nama Sukri Idrus. 

 

Menurutnya, status yang dibuat Sukri sangat melukai hati tenaga medis yang saat ini menjadi garda terdepan dalam menangani covid-19, "sangat melukai tenaga kesehatan. Ini bentuk pelecehan profesi yang tidak menghargai teman-teman yang bekerja dari pagi siang malam dengan menggunakan APD seadanya," kata Baitullah dengan nada sedih.

 

Dia menyatakan, saat ini, pemerintah konsen dan mempercayakan tugas penanganan wabah ini kepada tenaga perawat dan bidan untuk menangani.

 

"Artinya pemerintah menggargai tapi yang bersangkutan ini secara pribadi sangat melukai. Saya mengecam bahwa yang bersangkutan harus diproses hukum yang berlaku," tegasnya.

 

Dia menegaskan, laporan yang disampaikan ke Polda melalui Ditkrimsus, sebagai bentuk pertanggung jawaban dan dukungan kepada anggota dan bidan di seluruh Indonesia. Karena kita sayang terhadap anggota," tegasnya.

 

Sebelumnya, diketahui, akun facebook atas nama Sukri Idrus memposting sebuah status pada Kamis (2/4/2020) dengan menulis :

 

Banyak cerita medis di medsos yg konon katannya berjuang/cegah melawan covidl 9 di wilayah maluku utara, emangnya udah brpa banyak org yg meninggal krna corona? Trus yg berkoar koar perawatlah kebidananlah bikin status sana siniliah biar bangga dilihat org gitu, hei dokter aja ngga banyak ngomong soal covidl 9, kapasitas anda itu hanya mengurus pasien bersalin. Trus lebihnnya paling luka" kena benturan itu aja ko malah ambisi dokter, heraan

 

Status ini kemudian dihapus oleh yang bersangkutan, sayangnya status yang dibuat pagi tadi terlanjur discreenshoot oleh sejumlah wagnet dan terlanjur diviralkan.

 

Meski akhirnya Sukri Idrus memposting permintaan maaf, namun atas laporan dua organisasi profesi kesehatan Sukri dilaporkan telah diamankan pihak Kepolisian.

 

Hingga berita dipublish, Sukri Idrus masih menjalani pemeriksaan di ruang Direktorat Kriminal Khusus Polda Maluku Utara.  (glenipi)


Reporter: Zulkifli A. Yusuf