MABA,OT- Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Tuntutan Rakyat (GTR) terdiri dari mahasiswa, pemuda dan masyarakat desa Pintatu melakukan aksi di kantor Camat Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut), untuk mendesak Pemkab Haltim menyelesaikan masalah tapal batas antara Pintatu-Talaga Jaya, Rabu (28/02/2018).
Koordinator Lapangan, Donis Katengar menyampaikan, masalah tapal batas merupakan masalah yang urgen di Kecamatan Wasile Selatan yang perlu diselesaikan oleh Pemda Haltim. "Kami mendesak kepada Pemda Haltim secepatnya melakukan penyelesaian masalah tapal batas antara Desa Pintatu dengan Talaga Jaya," desak Donis.
Menurutnya, dengan adanya sisa waktu yang diberikan selama 6 bulan, terhitung sejak Oktober 2017 lalu, sampai saat ini telah menimbulkan sejumlah keresahan di masyarakat, karena terjadi klaim kepemilikan lahan antara Pintatu-Talaga Jaya. "Untuk itu kami juga mendesak kepada Pemda Haltim dalam penyelesaian masalah tapal batas harus berdasarkan dengan azas historis terbentuknya desa Pintatu dan Talaga Jaya," tuturnya.
Massa aksi menilai Pemerintah Kecamatan Wasile Selatan lemah dalam melakukan mediasi gejolak masalah tapal batas Pintatu-Talaga Jaya. "Kami mendesak Pemda Haltim segera memediasi masalah tapal batas Pintatu-Talaga Jaya," pintanya.
Terpisah, Sekretaris Kecamatan Wasile Selatan, Man Usman berjanji dalam waktu dekat Pemkab Haltim melalui Kadis DPMD dalam waktu dekat akan melakukan mediasi maslah tapal batas Pintatu-Talaga Jaya. "Saya sudah di telefon oleh Kadis DPMD Haltim dalam waktu dekan akan memediasi masalah tapal batas Pintatu-Talaga Jaya, " janjinya.
Sementara Kapolsek Wasile Selatan, Ipda Junaidi Sawal menyampaikan, terkait dengan batas waktu selama 6 bulan yang diberikan oleh Pemda Haltim diharapkan kepada masyarakat agar dapat bersabar diri untuk menanti, jangan sampai dengan keputusan masalah tapal batas secepatnya dilakukan namun menyalahi prosedur hukumnya, sehingga ada peluang antar kedua desa menggugat ke PTUN.
"Diharapkan kepada masyarakat agar tetap menjaga situasi dan kondisi, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diingkan bersama, " tukasnya.(dx)

















