MABA,OT– Puluhan warga lingkar tambang di Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, Senin (27/11/2017) tadi menggelar demo di Perusahan Tambang PT Alam Raya Abadi (ARA).
Desa yang masuk dalam lingkar tambang itu diantaranya, Desa Subaim, Desa Waisuba, Desa Dodaga dan Desa Puao.
Kordinator aksi, Kubais Kubaba dalam orasinya mengatakan, demo yang dilakukan dirinya bersama 15 orang pemilik lahan yang masuk dalan lingkar tambang PT ARA telah melanggar kesepakatan. "PT ARA tidak taat dengan kesepakatan antara pihak perusahaan dengan pemilik lahan tentang pembayaran kompensasi pemilik lahan," kata Kubais, Senin (27/11/2017).
Dikatakan, perusahaan telah sepakati bersama dengan pemilik lahan, bahwa pembayaran kompensasi lahan tersebut sebesar Rp 4 Juta yang dibayar secara bertahap oleh perusahaan yakni, dua kali dalam setahun.
“Kesepakatannya kan perusahaan siap membayar kompensasi lahan sebesar Rp 4 juta secara bertahap, jadi tahap pertama dua juta dan tahap kedua juga dua juta. Tapi perusahan hanya bayar satu juta," katanya.
Tak sampai disitu, massa aksi juga selain menuntut perusahaan harus mematuhi kesepakatan yang telah disepakati, mereka meminta perusahan harus memprioritaskan warga Desa yang masuk dalam lingkar tambang PT ARA untuk perekrutan karyawan.
Lanjut Kubais, selain soal perekrutan karyawan dan pembayaran kompensasi pemilik lahan, pihaknya juga mengaku jika selama beroperasi PT ARA tidak menyalurkan dana CSR-nya ke Desa.
“Bahkan hingga saat ini kami belum pernah melihat dan mendengar soal dana CSR dari perusahaan, oleh karena itu, kami meminta agar Perusahaan segera mennyalurkan dana CSR sebagaimana diatur dalam perundang undangan,” pintanya.
Terpisah, Kepala Tekhnik Pertambangan (KTT) PT ARA Bambang Purwanto pada saat melakukan hering mengaku, PT ARA sendiri hingga kini belum melakukan kegiatan Expor hasil tambang, sehingga perusahaan saat ini masih kekurangan dana.
"Perusahaan saat ini tetap melakukan pengangkutan hasil tambang. Maklumlah kami hingga sekarang belum melakukan penjualan, tapi terus ada pengangkutan, nah ini sangat berpengaruh pada keuangan perusahaan,” aku Bambang.
(dx)

















