Home / Indomalut / Haltim

DKP Beri Kartu Asuransi Nelayan Salah Sasaran

Kadis: Saya Akan Kroscek
12 Januari 2018
Foto Kartu Asuransi Nelayan Yang diduga Salah Sasaran
MABA,OT- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara membagikan kartu asuransi nelayan salah sasaran karena tidak memberikan pada Nelayan yang membutuhkan.
 
Salah satu Warga Desa Patlean Kecamatan Maba Utara, Bahmit Djafar mengaku, sebagian warga yang mendapatkan kartu asuransi Nelayan tersebut ternyata bukan Nelayan asli. "Jadi mereka yang dapat kartu asuransi dari DKP itu bukan nelayan," ujar Bahmit, kepada Indotimur.com, Jumat (12/01/2018).
 
Dia mengaku, tiga warga yang menerima kartu asuransi nelayan itu diantaranya, Haryono Hadi, Hariyanto Hadi dan Sahril Hadi. "Dua dari tiga nama ini merupakan bukan nelayan dan satunya lagi masih sekolah," katanya.
 
Bahkan kata dia, tiga warga Patlean ini bermukim di Trans Patlean. "Aneh masa orang yang tinggal di Trans bisa dapat kartu asuransi," katanya.
 
Untuk itu, dirinya berharap kepada dinas teknis agar segera mengkroscek keberadaan nama warga yang mendapatkan kartu asuransi nelayan itu. "Pak Kadis harus kroscek, karena sesuai di lapangan tidak benar dan salah sasaran," harap Bahmit.
 
Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Haltim, Asmar H Daud mengaku, data yang peroleh dari nelayan terutama di wilayah yang sulit di jangkau karena akses atau hambatan geografis di utara-utara misalnya. Data itu diperoleh dari kecamatan melalui surat yang disampaikan ke camat masing-masing.  "Jadi rekapan data nelayan tentu berdasarkan laporan tersebut," kata Asmar.
 
Lanjut dia, sering terjadi kesalahan pada kartu penduduk (KTP) yang sebenarnya mereka nelayan malah di KTP tertera pekerjaan petani. "Begitu sebaliknya petani malah jadi nelayan. Ini yang sedikit sulit kita ubah," ujarnya.
 
Untuk itu, terkait keluhan warga dirinya akan melakukan Kroscek kebenarannya dan akan ditindak lanjuti. "Saya perintahkan ke bidang tangkap untuk mengkonfirmasi dan melaporkan semua data terkait dengan kartu nelayan dan asuransi nelayan yang selama ini sudah berjalan di Halmahera timur," tandas Asmar.


Reporter: Rudi Mochtar

BERITA TERKAIT