Home / Indomalut / Halteng
21 November 2020

Proyek PLTD Jalan Ditempat, DPRD dan Pemkab Halteng Didesak Evaluasi PT. SPM

Bangunan PTLD di Gebe yang belum diselesaikan

HALTENG, OT- DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah (Halteng) diminta evaluasi kembali PT. Satu Putra Mandiri (SPM) selaku pelaksana proyek pembangunan  Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) perdesaan yang berada di Desa Umiyal, Kecamatan Pulau Gebe yang dinilai jalan di tempat. 

Proyek PLTD yang dikerjakan oleh PT. SPM dengan nomor kontrak 013,PJ/DAN.02.03/UPPKMU/2018 yang menelan anggaran sebesar Rp. 3 Miliar lebih dengan waktu pekerjaannya 173 Hari kalender itu, dimulai sejak Tahun 2018 lalu, dan hingga kini belum juga selesai. 

Salah satu Warga pulau Gebe, Sunardi Djafar mengatakan, Pembangunan PLTD yang dikerjakan oleh PT SPM di Desa Umiyal, Kecamatan Pulau Gebe, ternyata miris dan sangat disayangkan bagi masyarakat setempat. Bahkan kurang lebih 900 sak semen untuk pembuatan bangunan PLTD itu hampir rusak karena tidak digunakan.

"Masyarakat Desa Umiyal meminta kepada pihak kontraktor agar betul-betul menseriusi pekerjaan PLTD tersebut, jangan timbul tenggelam seperti ini akibatnya sudah hampir 2 Tahun proyek yang menelan anggaran begitu besar ini tidak kunjung selesai," ujar Sunardi pada Indotimur.co, Sabtu (21/11/2020).

Kata dia, pihak kontraktor tak serius melakukan pekerjaan yang di tendernya sehingga sering terjadi ketimpangan. Anggaran dan bahan material yang di pakai tidak sesuai, belum lagi konstruksi pembangunan yang tidak memakai alat berat seperti exsavator maupun oto trek di lapangan, padahal proyek tersebut bukan ditangani oleh CV, tetapi PT.

Ketua Bidang PAO Hipmi Halteng Malut ini juga mengatakan, kepada Anggota DPRD Halteng yang dapilnya di Pulau Gebe, yang katanya sebagai bagian dari representasi rakyat, agar mengevaluasi kontraktor yang tidak serius dalam membangun PTLD tersebut.

"Kami minta kepada DPRD dan Pemkab Halteng untuk memanggil dan menevaluasi pembangunan yang ada di pulau Gebe ini, yang belum tuntas di selesaikan terutama PLTD ini," ucapnya.

Sementara pihak kontraktor PT. SPM belum bisa dokonfirmasi hingga berita ini dipublish.

(red)


Reporter: Supriono Sufrin