Home / Ekonomi

USAID SEA Project Luncurkan Fair Trade di Maluku Utara

25 Juli 2017
TERNATE,OT- Demi memperkuat implementasi program perikanan dan upaya memperkuat ketahanan penghidupan masyarakat pesisi di Maluku Utara (Malut), United States Agency International Develpoment (USAID) Sustainable Ecosystem Advanced (SEA) Project, dengan pendanaan dari pemerintah Amerika Serikat, meluncurkan program Fair Trade dan perikanan proyek USAID SEA yang dipusatkan di Gamalama Ball Room, Hotel Grand Dafam Bella Ternate, Selasa (25/07/2017) pagi tadi.   Turut hadir Wakil Gubernur (Wagub) Malut, Ir. M. Natsir Taib untuk membuka secara resmi melakukan peluncuran program perdagangan yang adil dan program perikanan (Fair Trade And Fisheries Program). Selai itu juga kegiatan peluncuran ini dihadiri langsung oleh kepala dinas Keluatan dan Perikanan Provinsi Malut, M. Buyung Radjiloen. Ini merupakan peluncuran kedua kegiatan Sistem Perdagangan Yang Adil di Indonesia.   Program sertifikasi perikanan menggunakan pancing tangan tahun 2014 merupakan Perdagangan Adil pertama yang berhasil diterapkan di dunia sehingga reputasi Indonesia dalam pengelolaan perikanan tangkap  yang maju dan perpengalaman. Sejak itu, perikanan di Maluku menikmati keberhasilan proses sertifikasi ini secara luar biasa terutama dalam membangun kesadaran dan kapasitas komunitas nelayan, membangun kesadaran lingkungan dan sosial. Berangkat dari keberhasilan ini, pendekatan yang sama digulirkan di Propinsi Maluku Utara, daerah yang menjadi rumah bagi ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi seperti tuna, tongkol, kakap merah serta kerapu.   Peluncuran program Perdangan Adil di propinsi ini bertepatan dengan dilukakannya Perencanaan Kerja proyek USAID SEA Area Maluku Utara Tahun ke 2. Capaian tahun pertama proyek USAID SEA meliputi penyusunan dan analisa data-data perikanan, status sosial-ekonomi, kondisi biofisik Maluku Utara pesisir serta sumber daya lautnya. Serial data dan analisis merupakan inputan penting bagi proses perencanaan tata ruang laut serta menentukan arah intervensi proyek USAID SEA di tahun ke 2 dan selanjutnya. Pada sambutan pembukaan, Manajer Program USAID Indonesia, Celly Catharina menegaskan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam pengelolaan sumber daya laut terutama keterlibatan erat unit pemerintah daerah Propinsi Maluku Utara "Kita semua perlu bekerja bersama dalam merencanakan dan memberikan andil terbaik pagi peningkatan pengelolaan sumber daya laut dan perikanan di daerah ini. Yang mana pada akhirnya akan bermuara pada berkelanjutannya sumber daya laut Maluku Utara, dapat memberikan manfaat pada generasi muda hingga selanjutnya, Tambahnya. Sementara  itu, Wakil Gubernur Malut, Ir. M. Natsir Thaib  dalam sumbatutannya, menyambut baik program ini. karena menurutnya, Malut memiliki 76 persen perairan dengan garis pantai 3 ribu kilometer. Oleh karena itu propinsi ini memiliki sumberdaya kelautan dan perikanan yang sangat tinggi. Lebih lanjut, Wagub menjelaskan, Potensi perikanan laut di Malut kurang lebih 1.035.230 ton per tahun, dengan potensi berkelanjutan. Yang dapat dimanfaatkan setiap tahun diperkirakan mencapai828.180 ton pertahun. Menariknya, dari sesi tanya jawab antara media dengan USAID SEA bersama pemerintah tersebut disimpulkan, jika program proyek USAID SEA ini tidak hanya terfokus pada penangkapan ikan semata, tetapi pelestarian dan keberlangsungan ecosystem laut serta pengembangan wisata bahari yang berdampak baik terhadap ekomi masyarakat terutama masyarakat pesisir. Senada yang di katakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Malut, M. Buyung Radjiloen, bahwa program USAID SEA ini tentunya sangat membantu pemerintah daerah dalam pengembangan dan keberlangsungan ekpor ikan dari Malut, bahkan sinergitas ini seiring dengan program Lumbung Ikan Nasional (LIN) dari kementerian perikanan yang kini tengah berjalan di Malut. Karena, program USAID SEA ini tidak hanya terfokus di wilayah kabupaten/kota tertentu saja, tetapi program ini dapat dirasakan seluruh kabupaten/kota di wilayah Malut pada umumnya. Untuk diketahui, Pada 16 Februari 2017 lalu, USAID bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan program konservasi laut serta perikanan yang komprehensif di Indonesia, Diantara 5 program yang diluncurkan USAID SEA merupakan tulang punggung dari kesemuanya. Dengan menggunakan pendekatan pengelolaan berbasis ekosiste. Proyek ini melibatkan semua pihak dalam upaya konservasi pemanfaatan sumber daya laut. 70 persen kegiatan proyek ini berfokus pada perikanan serta pengelolaan sumber daya laut di 3 propinsi sasaran: Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Usai peluncuran Program Fair Trade dan Perikanan dilanjutkan dengan penyerahan Sertifikat Pelatihan Kawasan kepada peserta pelatihan ((red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT