TERNATE, OT – Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 memang telah usai, namun atmosfer kemeriahannya masih membekas di benak masyarakat Kota Ternate. Inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate yang menggelar acara nonton bareng (nobar) gratis sepanjang turnamen mendapat apresiasi dan respons positif dari warga Ternate.
Uniknya, Pemkot Ternate memilih Benteng Oranje—situs bersejarah yang terletak tepat di jantung kota—sebagai lokasi utama nobar. Langkah ini dinilai sukses memadukan unsur hiburan modern dengan pelestarian ruang publik sejarah.
Sepanjang gelaran Piala Dunia, pelataran Benteng Oranje selalu dipadati oleh ribuan pencinta sepak bola dari berbagai penjuru Ternate. Keberadaan layar raksasa, kualitas suara yang mumpuni, serta penataan area yang rapi membuat warga betah menghabiskan malam mendukung tim kesayangan mereka.
Salah seorang warga Kelurahan Gamalama, Firman (28), mengaku sangat terkesan dengan atmosfer nobar di benteng peninggalan Belanda tersebut.
"Luar biasa sekali malam ini. Pemkot Ternate sangat jeli memanfaatkan ruang publik. Menonton pertandingan kelas dunia di areal benteng bersejarah memberikan sensasi yang berbeda, sangat ikonik dan seru," ungkap Firman antusias.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Sanja Rahayu, warga Ternate lainnya yang kerap membawa keluarga untuk ikut menonton.
Menurutnya, acara nobar ini dikemas dengan sangat ramah keluarga, aman, dan tertib.
"Biasanya tempat nobar itu identik dengan anak muda saja, tapi di Benteng Oranje ini suasananya aman, tertib, dan bersih, sehingga kami yang membawa anak-anak merasa nyaman," kata Sanja.
Penyelenggaraan nobar yang diinisiasi oleh Pemkot Ternate ini tidak hanya sekadar memberikan hiburan gratis, melainkan memberikan multiplier effect yang nyata bagi perekonomian kota
Ratusan pedagang kuliner dan minuman di sekitar kawasan Benteng Oranje meraup keuntungan berlipat ganda karena tingginya perputaran uang dari pengunjung nobar.
Selain itu, efek nobar yang digagas Pemkot Ternate juga menjadikan benteng oranje sebagai ruang integrasi sosial. Menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berbaur tanpa sekat dalam semangat sportivitas.
Nobar juga menghidupkan kembali fungsi Benteng Oranje sebagai pusat kegiatan publik yang positif dan edukatif bagi generasi muda.
Keberhasilan acara nobar ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Ternate sangat mendambakan ruang hiburan terbuka yang berkualitas. Warga berharap Pemkot Ternate dapat terus mempertahankan tren positif ini dengan menyelenggarakan kegiatan serupa pada ajang olahraga atau festival budaya besar lainnya di masa mendatang.
Melalui pemanfaatan Benteng Oranje sebagai pusat keramaian yang positif, Pemkot Ternate dinilai berhasil membuktikan bahwa situs sejarah tidak harus kaku dan sepi, melainkan bisa bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup, adaptif, dan dicintai oleh warganya.
(fight)








