Home / Budaya

Festival Kampung Pesisir Gane Barat Utara Berlangsung Meriah

27 Oktober 2020
Serangkaian kegiatan pada festival kampung pesisir di Desa Samo

HALSEL, OT - Festival Kampung Pesisir yang dipusatkan di Desa Samo, Kacamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (Malut), Selasa (27/10/2020), berlangsung meriah.

Kepala Desa Samo, Jafar Anhar dalam sambutanya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh unsur penyelenggara yang menjadikan Desa Samo, sebagai desa percotohan di lingkup Kecamatan Gane Barat Utara, sebagai tempat penyelenggaran Festival Kampung Pesisir.

Ketua EcoNusa, selaku penyelenggara, Bustar Maitar, dalam sambutannya menjelaskan, Semarak Festival Kampung Pesisir ini digelar untuk merayakan keberasilan warga masyarakat, serta bentuk apersiasi atas kemandirian warga dalam menyiapkan persediaan pangan.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana promosi atas potensi wilayah sekaligus menjaga kearifan lokal adat istiadat dan budaya setempat.

"Seperti budidaya menanam padi ladang, pengelolaan gula aren, dan minyak kelapa lokal," ucapnya.

Menurutnya, Desa Samo menjadi pilihan mengembangkan padi ladang melalui beberapa pertimbangan, diantaranya, warga punya sejarah panjang menanam padi yang sudah ditinggalkan selama hampir 20 tahun.

"Hal kedua melihat kondisi ketergantungan warga mengonsumsi beras yang didatangkan dari Kota Ternate. Dalam satu bulan tiap KK mengonsumsi beras antara 35 sampai 40 kilogram," katanya.

Bustar menyatakan, harus ada upaya untuk mengubah pola pikir warga  agar kembali bertani untuk mengurangi pengeluaran untuk makan. "Tujuannya agar uang  dari menjual kopra, cengkih atau pala bisa digunakan untuk  biaya kesehatan, pendidikan anak-anak atau ditabung," harapnya.

Pada kesempatan itu, Bustar juga berpesan agar masyarakat Desa Samo menjaga kebiasan bertani yang telah ada sejak lama dan melestarikan seluruh adat istiadat serta budaya yang ada di kecamatan Gane Barat Utara.

"Jangan sampai apa yang menjadi ciri khas masyarakat sini, tergerus oleh budaya barat ataupun budaya luar, yang belum tentu sesuai dengan kepribadian dan adat budaya masyarakat di Desa Samo," ungkapnya.

Festival Semarak Kampung Pesisir pertama tahun 2020 diawali kegiatan promosi hasil pangan warga Samo, dari hasil pangan lokal minyak kelapa buatan, gula aren, virgin coconut oil (VCO) yang terbuat dari minyak kelapa murni.

Selain itu kegiatan tersebut dimeriakan dengan tarian Cakalele, yang dirawat sejak turun temurun dengan diiringi alat musik tradisional seperti iringan musik tifa, flute, bia atau sejenis musik tiup. (ier)


Reporter: Irfansyah Tawainella

BERITA TERKAIT