Disbudpar Haltim dan BPCB Malut Tinjau Situs Sejarah di Hatetabako
09 Agustus 2017
MABA,OT- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Halmahera Timur (Haltim), Selasa (08/08/2017) pagi tadi, mendampingi tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan Disbudpar provinsi Maluku Utara, meninjau langsung situs sejarah peninggalan Perang Dania II di Desa Hatetabako, Kecamatan Wasile Tengah.
Kepala Disbudpar Haltim, Hardi Musa mengatakan, dirinya bersama Bidang Pariwisata mendampingi Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Dinas Pariwisata Provinsi, meninjau, mengamati dan mencermati situs sejarah peninggalan jepang di Hatetabako.
Katabdia, tim juga melakukan pendataan serta mengukur diameter, denah dan bentuk-bentuk Bunker bawah tanah. "Tim sudah lakukan pendataan termasuk mengukur Bunker bawah tanah yang kurang lebih ada enan bunker," jelasnya.
Memurutnya, bukan hanya di Desa Hatetabo. Namun, situs sejarah peninggalan perang Dunia II juga ada di Desa Voli Kecamatan Wasile Tengah. "Di desa Voli ada dua benteng pengintai. Sehingga tim sudah mendata," katanya.
Lanjut dia, Tim Pelestarian Cagar Budaya memyampaikan, kedepan harus dikembangkan menjadi satu Icon yang dikombinasikan antara Wisata Alam dan Wisata Sejarah.
"Kalau Wisata alam itu mencakup keindahan pantai Hatetabako dan hamparan pasir putih yang memanjang sampai 3 km, sementara Wisata sejarah mencakup peninggalan situs-situs perang Dania II," ujarnya.�
Dia menambahkan, untuk tindak lanjut paska ditinjaunya situs sejarah ini, pihaknya menunggu rekomendasi hasil pendataan dari Balai Kelestarian Cagar Budaya. "Jadi laporan dibuat oleh mereka, kemudian rekomendasikan hasil laporan itu ke Disbudpar, selanjutnya kami akan menetapkan Cagar budaya melalui SK Bupati," jelasnya.
Lanjut dia, setelah ditetapkan melalui SK Bupati, Disbudpar Haltim berkoordinasi dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktoral Jendral Pelestarian Cagar Budaya bagian Direktur Registrasi untuk diregistrasi sebagai budaya Nasional.
(red)