JAILOLO, OT - Bupati Halmahera Barat (Halbar), Danny Missy, mengaku bangga dengan persatuan suku Wayoli dalam membangun Desa.
Kebangaan tersebut disampaikan Danny disela-sela meresmikan rumah adat Sasadu,Suku Wayoli di desa Tabobol, Kecamatan Ibu Selatan, Minggu(22/10/2017) tadi.
Pemda Halbar, kata Danny, mengaku sangat bangga sekaligus berterima kasih kepada warga Suku Wayoli yang telah membantu pemerintah membangun desa Tabobol dalam melestarikan warisan budaya melalui pembangunan rumah adat Sasadu.
Lebiih lanjut, orang nomor satu Halbar itu berjanji terus mendorong program anggaran Dana Desa (DD) dalam merancang kegiatan, yang bertujuan merawat dan melestarikan kekayaan budaya daerah yang ada di Tabobol.
"Saya sangat senang melihat ornamen yang ada dirumah adat ini. Semuanya masih menggunakan bahan tradisional layaknya seperti dahulu kala. Ini yang patut kita pertahankan sebagai identitas suku Wayoli," terangnya.
Di tahun 2018, lanjut Danny, Pemkab Halbar memprogramkan studi banding bagi kepala suku adat yang ada di Halbar guna mempelajari peran dan fungsi dewan adat. Sehingga menjadi referensi dalam menyusun dan menerapkan hukum adat atau aturan adat seperti, beli tanah dalam wilayah adat.
"Saya menghimbau, supaya masyarakat suku Wayoli tetap menjaga budaya gotong-royong dalam membangun desa serta mendukung program pemerintah yang ada di desa," tutupnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Tabobol, Eren Surat, menambahkan, pembangunan rumah adat yang berukuran 8 x 18 tersebut adalah buah dari kerjasama pengurus dewan adat suku Wayoli bersama masyarakat desa Tabobol.
Sumber dana yang digunakan untuk pembangunan ini, kata Eren, Selain sumbangan dari masyarakat adat suku Wayoli, Pengurus Pelajar dan Mahasiswa Suku Wayoli, juga menggunakan DD Tabobol tahun 2017.
"Selaku tuan rumah, saya mengucapan terima kasih atas kedatangan bupati bersama rombongan di desa Tabobol karena telah meluangkan waktu menghadiri acara peresmian rumah adat ini," ucapnya.
Ucapan terima kasih juga dikatakan ketua umum pengurus dewan adat suku Wayoli Provinsi Maluku Utara, Sonny Balatjai, karena begitu besar perhatian bupati terhadap pembangunan rumah adat ini
"Rumah adat ini tidak membatasi siapa saja. Artinya, rumah ini terbuka bagi siapa saja," tambah Sonny Baltjai yang juga kepala dinas pendidikan Halbar.(red)
Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT
TERPOPULER
LOKAL

Wabup Helmi Himbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim
03 April 2025

Bupati Bersyukur, Masjid Raya Sudah Digunakan Sholat Ied
31 Maret 2025
