Home / Budaya

Bupati Danny: Adat Suku Sanger Talaud Harus Tampil di FTJ dan FKR

01 Februari 2018
Suasana perayaan adat suku Talaud

JAILOLO, OT – Bupati Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara, Danny Missy berharap adat suku Sanger Talaud harus tampil di Festival teluk Jailolo (FTJ) dan Festival Kepulauan Remppah-Rempah (FTR).

Harapan orang nomor satu di Pemkab Halbar ini disampaikan dalam sambuatannya pada acara perayaan Upacara Adat Talude yang dirayakan oleh Suku Sanger Talaud dan Sitaro di Desa Soekonora Kecamatan Jailolo, (Rabu (31/2/2018).

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Halbar M. Zakir Mando, Pimpinan OPD di lingkup Pemda Halbar, Perangkat Adat Suku Sanger Talaud dan Sitaro maupun masyarakat Desa Soekonora.

Bupati Halbar Danny Missy dalam sambutanya menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi Upacara Tulude yang di laksankan oleh Saudara-saudara dari Suku Sanger Talaud dan Sitaro. Karena dapat menambahkan kakayaan budaya Halmahera Barat.

"Atas nama Pemerintah Halbar, saya berharap agar Adat Tulude ini bisa diikutkan dalam Festival Teluk Jailolo dan Festival Kepulauan Rempa-rempa yang dilaksanakan oleh Pemda Halbar pada bulan  Mei mendatang," harapnya.

Danny mengimbau, kepada masyarakat Halbar agar selalu bersatu dan saling memghargai, baik dari sisi budaya maupun agamanya. Sehingga Halbar kedepan lebih baik.

Sementara Ketua Adat Suku Sanger Talaud dan Sitaro, Daud Kampung Dae menjelskan bahwa Upacara adat Tulude sudah dirayakan sebanyak 4 kali mulai dari Tahun 2015-2018.

Menurutnya, tradisi ucara Adat Tulude ini, adalah kegiatan tahunan yang merupakan sala satu peninggalan atau wariasan leluhur masyarakat adat Nusatara Kepulauan Sanger Talaud dan Sitaro yang terletak di ujung Utara Provpinsi Sulawesi Utara, yang sudah berabad-abad di lakukan oleh leluhurnya.

"Pada hakikatnya tradisi adat Tulude merupakan bentuk pengakukan atas kekuasaan dan kemurahan sang Mawu Ruata Genggona Langit (Tuhan yang maha Esa). Sehingga kami sebagai generasi Suku Sanger Talaud dan Sitaro terus melindungi dan melestarikan Adat kami setiap tanggal 31 Januari," Jelas Ketua Suku Sanger Talaud dan Sitaro Daud Kampung Dae kepada awak media, Kamis, (31/1/2018) sore.

Daud  menghimbau, kepada suku Sanger Talaud dan Sitaro jangan pernah berpikir bukanlah bagian dari masyarakat Halbar. Sebab sejarah telah membuktikan suku ini bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kesatuan keluarga besar Halbar.

"Suku Sanger Talaud dan Sitaro tidak terlepas dari sejarah Bumi Moloku Kei Raha pada masa kejayaan Kesultanan Ternate. Olehnya itu marilah kita bersatu dan berusaha memberikan yang terbaik untuk masa depan Negeri Halbar yang sama-sama kita cintai ini, " ujarnya. (pn)
(red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT