HALSEL OT - Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba berencana menghapus tarian Katreji yang sering dimainkan oleh warga Amasing dan Labuha Kecamatan Bacan, pada setiap perayaan, baik di kalangan masyarakat maupun pada acara-acara resmi.
Bahrain Kasuba atas nama Ketua Komite Seni Budaya Provinsi Maluku Utara (Malut) menegaskan, tarian Katreji harus dihapuskan dari bumi Halsel karena itu bukan tarian khas Halsel namun bawaan dari negara penjajah.
"Tarian Katreji bukan budaya Halsel, namun Katreji adalah peninggalan bangsa Portogis yang pernah menjajah bangsa kita," kata Bahrain, Kamis (5/10/2017) usai menghadiri upacara HUT TNI di Makodim 1509/Labuha.
Dia menegaskan, dalam UUD 1945 sudah diamanatkan bahwa, penjajahan harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan termasuk tarian yang dibawa oleh penjajah itu juga harus dihapuskan.
"Tarian Katreji itu bukan seni budaya kita, namun itu adalah budaya penjajah, jadi hentikan tarian Katreji karena akan menggangu masyarakat di bumi Halsel," tegas Bahrain.(red)