Home / Ekonomi / Bisnis
09 Mei 2020

Pemkab Halteng Resmi Pasar Raya Weda

Wakil Bupati Halteng saat menggunting pita sebagai tanda peresmian pasar raya Weda

HALTENG,  OT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut), Jumat (8/5/2020) sore tadi meresmikan Pasar Raya Weda yang terletak di Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda.

Bupati Halteng Edi Langkara dalam sambutannya mengatakan, indikasi pembangunan suatu daerah dapat dilihat dari perekonomian rakyat, serta tingkat pendidikan dan kualitas kesehatan.

"Untuk aspek perekonomian salah satu bukti yang dapat dilihat adalah adanya pembangunan pasar disemua kawasan strategis termasuk di kota Weda," ujar Edi dalam sambutannya.

Kata Edi,  pasar merupakan sarana vital bagi masyarakat untuk mempermudah pemasaran hasil pertanian,  perkebunan,  perikanan,  dan sembako. Lanjutnya,  dengan adanya pasar maka aktivitas ekonomi masyarakat akan berkembang sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

Hal ini kata Edi, sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintah Daerah (Pemda) yang tertuang pada poin ketiga yakni,  pengembangan potensi sumber daya alam dan menciptakan iklim investasi.

Sementara pasar rakyat yang diresmikan ini sambung Edi,  pada aspek manajemen perlu ditekankan kepada pihak pengelola dan pengguna agar memperhatikan aspek kebersihan, keamanan,  dan kenyamanan supaya terkesan pasar tidak kumuh,  agar pembeli merasa nyaman.

Bupati mengimbau kepada pedagang pengguna lapas dan kios untuk memanfaatkan sarana yang ada dengan baik.  "Kalau tidak dipergunakan dengan baik,  maka akan di lakukan evaluasi oleh dinas terkait untuk di lakukan pergantian pengguna sarana yang ada," jelas Bupati.

"Kami Juga berharap agar pedagang juga wajib membayar pajak, dan retribusi untuk mendukung pembangunan kita kedepan, " Tutupnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Halteng,  Ridwan Siliden saat memberikan sambutannya mengatakan,  pembangunan pasar Raya weda ini melalui kerjasama Pemkab Halteng dengan kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI) dengan luas wilayah 263 persegi.

"Yang di dalamnya terdapat 72 meja jualan yang di peruntukkan bagi pedagang barito,  sayur,  ikan,  dan daging yang di lengkapi dengan kran air untuk masing-masing meja Sementara ada juga 7 unit Kios yang berada di depan bangunan utama," Ucap Kadis.

Lanjut Kadis,  ada juga tempat fasilitas pendukung lainnya berupa,  kantor pengelola pasar,  ruang klinik kesehatan,  ruang musollah,  ruang menyusui anak,  ruang khusus penyimpanan dagangan, toilet laki-laki dan perempuan,  serta satu penampung Air.

Dia menambahkan,  pembangunan pasar ini,  anggarannya dari Dana Tugas Pembantuan (TP)  yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)  dari bidang pasar kementrian Perdagangan RI Tahun 2019 sebesar Rp 4 Milar.(red)


Reporter: Supriono Sufrin