Home / Ekonomi / Bisnis

Latih Kreatifitas, Kaum Milenial Baskara di Ternate Buat Ecoprint

21 Desember 2020
Pelatihan pembuatan batik ecoprint

TERNATE, OT - Pemerintah Kelurahan Bastiong Karance, memberdayakan generasi muda (kaum milenial) di Kelurahan tersebut, sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kaum milenial di masa pandemi covid-19.

Saat ditemui indotimur.com, Minggu (20/12/2020) malam tadi, Lurah Bastiong Karance, Hesty Natsir menyatakan, untuk memberdayakan generasi muda, dibutuhkan kiprah nyata untuk bersatu peduli bersama di masa pandemi covid-19.

"Produk yang kami dampingi, bernama Balacai Ecoprint, sesuai dengan nama kearifan lokal  Gamalama," tutur Hesty.

Dia menjelaskan, awalnya inisiatif ecoprint ini, tujaunnya untuk mendorong kreatif generasi melienial, agar mereka lebih berkereasi pada aktifitas yang mengarah pada hal-hal positif.

"Melihat banyaknya generasi milenial di Bastiong Karance, tentunya kita selaku pemerintah dan juga bisa dikatakan orang tua, harus mendamping mereka," katanya. 

Dia menyatakan, berkembangnya sebuah daerah terletak pada potensi yang besar dari generasi milenial. 

"Oleh karena itu, melalui Dana Kelurahan yang disalurkan pemerintah pusat, apa salahnya kita perutukan lebih pada pemberdayaan," ungkap Hesty.

"Pada prinsipnya jangan hanya ketika anggaran DK tersebut, hanya fokus pada program fisik, padahal harus lebih ke pemberdayaan," sambungnya.

Dikatakan Hesty, dengan DK, Pemerintah Kelurahan mencoba mendorong pemberdayaan generasi milenial.

Pemberdayaan generasi milenial.di Bastiong Karance, disupport ibu Nurjana, salah satu pengurus forum disabilitas yang memiliki segudang kretifitas yang mau meluangkan waktunya untuk bisa memberikan materi ecoprint ini kepada generasi muda Bastiong Karance.

"Iya anak-anak diberikan pelatihan tentang metode ecoprint yakni baru pada cari membuat batik dari media daun. Media yang diberikan ini juga sangat simpel yaitu dari bahan alami seperti daun, Jati, Ketepeng, Mayana, Pala, dan Kepiar (Balacai Merah-Red), daun lokal yang menonjol di daerah ini lebih tepatnya lagi sebagai daun obat-obatan tradisional," ungkapnya.

 Selain itu juga, melihat semangat anak-anak. "diawal pembelajaran meraka cukup luar biasa. Mereka sangat bersemangat untuk menekuni bidang ini," tambahnya.

Hesty berharap, pelatihan seperti ini dapat memberikan ruang kreatif bagi generasi milenial. "Harapan kami kegiatan seperti ini juga mampu menjadi perhatian oleh Pemkot Ternate, agar supaya kedepannya milenial seperti mereka lebih terarah lagi," harapnya.

"Walaupun dalam waktu dua Minggu ini mereka baru belajar membuat ecoprint jilbab dan shale saja insyaallah kedepan bisa lebih lagi," tutup Hesty. (ier)


Reporter: Irfansyah Tawainella