Home / Ekonomi / Bisnis

Jelang Nataru dan Pemilu, TPID Kota Ternate Gelar High Level Meeting

31 Oktober 2023

TERNATE, OT - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate kembali melaksanakan rapat koordinasi atau High Level Meeting dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Pengendalian Inflasi Pangan Guna Mendukung Ketahanan Pangan” pada Selasa (31/10/2023).

Rapat yang dilangsungkan di lantai III kantor Wali Kota itu, membahas berbagai isu strategis termasuk upaya-upqya untuk menjaga ketersediaan stok pangan serta menekan laju inflasi di Kota Ternate.

Kegiatan yang dibuka Asisten III Setda Kota Ternate Anwar Hasjim, turut dihadiri perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur Bank Indonesia Perwakilan Malut pimpinan OPD terkait, para agen dan distributor serta sejumlah stakeholder lainnya.

Saat membuka rapat, Anwar Hasjim Asisten III Setda Kota Ternate yang mewakili Wali Kota, mengatakan, bulan September 2023 Kota Ternate mengalami inflasi tahunan atau year on year sebesar 3,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,02.

“Kita bersyukur Kota Ternate September 2023 mengalami deflasi sebesar 0,42 persen (mtm), setelah pada Agustus 2023 mengalami inflasi sebesar 0,28 persen (mtm). Komoditas dominan memberikan andil inflasi tahunan di Ternate yaitu beras, angkutan laut, bahan bakar rumah tangga dan rokok kretek filter,” terang Anwar.

Menurutnya, Pemerintah Kota Ternate secara konsisten berusaha mengatasi Inflasi, "ada beberapa komoditas minggu lalu yang menjadi atensi yaitu beras dan gula pasir yang dalam tiga minggu terakhir terus merangkak naik dan belum mengalami penurunan yang signifikan," ucap Anwar.

Dikatakan, sesuai arahan Presiden RI, inflasi mesti ditangani secara intens dan berkesinambungan karena sifatnya yang dinamis. Pasalnya, jika sekali saja inflasi tak terkendali, maka akan semakin sulit mengontrolnya. Ini menyangkut hal yang sangat mendasar yaitu masalah pangan, barang dan jasa.

“Saya mewanti-wanti supaya dapat menjaga angka inflasi. Apalagi seiring dengan terjadinya puncak El Nino yang sesuai perkiraan terjadi pada September hingga Oktober. El Nino membawa dampak mulai dari kekeringan hingga kebakaran hutan, yang dapat berpengaruh terhadap turunnya produksi pangan. Artinya kita harus bersiap-siap untuk mencari solusi mengenai masalah beras, mencari solusi mengenai masalah gula pasir,” tandasnya.

Tak hanya itu, perlu juga diwaspadai, momentum tahapan Pemilu yang diawali dengan masa kampanye. "Ada pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2024 di semua tingkatan, jumlahnya belasan ribu. Salah satu yang biasanya dipakai kontestan adalah sembako. Artinya kebutuhan sembako akan naik karena ditarik, demand tinggi," tuturnya.

Sejalan dengan permasalahan tersebut high level meeting TPID Kota Ternate diselenggarakan dengan mengambil tema “Sinergi dan Kolaborasi Pengendalian Inflasi Pangan Guna Mendukung Ketahanan Pangan”.

“Kami juga mendorong kampanye stop boros pangan dan belanja dengan bijak. Stop boros pangan untuk menyadarkan seluruh lapisan masyarakat bahwa pangan yang terbuang sia-sia tidak hanya berdampak pada kondisi ketahanan pangan, tapi juga pada perekonomian dan lingkungan hidup. Sementara belanja bijak diaplikasikan dengan membeli keperluan pangan sesuai kebutuhan dan tidak panic buying,” ungkapnya.

.

Dia menyebut, langkah-langkah strategis yang telah dilakukan sebagai antisipasi peningkatan inflasi yang mengacu pada framework 4K, yakni meningkatkan ketersediaan pasokan bahan pangan strategis di Kota Ternate dengan perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) Intra dan Antar Provinsi sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan pangan strategis di Kota Ternate.

“Tanggal 14 September 2023, TPID Kota Ternate telah melaksanakan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kota Ternate dengan Pemerintah Kabupaten Bima untuk komoditas Bawang Merah secara Goverment to Goverment (G2G) dan Business to Business (B2B) dengan Pedagang Kluster Bawang Merah di Kabupaten Bima,” sebutnya.

Meski begitu, untuk meningkatkan koordinasi bersama stakeholder terkait melakukan sidak ke pasar dan distributor secara berkala dalam upaya menjaga keterjangkauan harga di Kota Ternate. Kegiatan akan dilaksanakan pada sepanjang akhir tahun Ini di beberapa titik pasar.

Sementara terkait kelancaran distribusi, TPID Ternate bersama KSOP Kelas II Ternate melakukan pantauan langsung di pelabuhan untuk memastikan kelancaran dan pemberian prioritas kepada kapal pengangkut bahan pangan strategis yang bersandar.

“Aspek komunikasi efektif, TPID Kota Ternate secara konsisten melakukan kampanye belanja bijak melalui berbagai kanal komunikasi. Dan pada tanggal 22 September 2023, TPID Kota Ternate telah melakukan penandatanganan MoU dengan RRI Ternate terkait siaran harga pangan via radio setiap hari sehingga membantu masyarakat membeli kebutuhan dengan harga tepat,” tandasnya mengakhiri.

 (fight)


Reporter: Gibran

BERITA TERKAIT