Home / Ekonomi / Bisnis

BI Malut Dorong PEN dan Transformasi Digital UMKM Lewat Pesona Kieraha

14 November 2021
Suasana talkshow Kieraha ekspo di jatiland moll Ternate (foto_ist)

TERNATE, OT - Mendorong lancarnya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan transformasi digital bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Maluku Utara (Malut), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malut, melaksanakan kegiatan yang bertajuk pesona Kieraha.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT. Pos Indonesia dan UKM IKM Maluku Utara serta PT Garuda Indonesia dan Tara No Ate. 

"Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kedepan perkembangan UMKM di Maluku Utara terus tumbuh dan dapat bersaing secara nasional," ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Hario Kartiko Pamungkas dalam keterangan resminya, Minggu (14/11/2021).

Menurut Hario, dalam kegiatan ini juga dilanjutkan dengan webinar “Bangkit Melalui Ekonomi Digital”. Saat ini ekonomi berperan besar menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pasca pandemi. Namun tidak dapat dipungkiri, terdapat tantangan yang berbeda di setiap daerah agar perekonomian dapat diakselerasi. 

"Tentu dengan berbagai kegiatan yang sudah dilakukan ini Bank Indonesia, akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk menciptakan regulasi yang jelas serta mampu mengidentifikasi kanal-kanal penerimaan daerah berbasis digital yang potensial. Pengetahuan mengenai praktik penggunaan teknologi digital juga harus terus diterapkan sejak dini dibangku sekolah," katanya.

Adapun narasumber dalam webinar tersebut adalah Verdy Hendra Permadi (Head of Group Ecosystem Expansion LinkAja), Rahmia Hasniasari (Lead Public Policy & Government Relation Tokopedia), Dandy Rafitrandi (Peneliti Departemen Ekonomi CSIS Indonesia), dan Moderator Ade Safrina Nasution (Economic Anchor). 

Selain itu pada 11 November 2021 kemarin, kegiatan kembali dilanjutkan dengan acara talkshow melalui aplikasi zoom. Talkshow yang pertama mengangkat tema “Yuk, Berwisata di Maluku Utara”. Talkshow ini menghadirkan narasumber seperti Sofyan Ansar (Ketua Genpi Maluku Utara), Nadine Chandrawinata (Publik Figur & Founder Sea Soldier), Dion Wiyoko (Aktor), dan moderator Putri Indonesia Lingkungan 2018, Vania F. Herlambang. 

Semua rangkaian kegiatan yang dilakukan ini karena Maluku Utara mempunyai segudang potensi wisata dimulai dari wisata bahari, wisata budaya, maupun wisata sejarah. Namun, diperlukan berbagai upaya untuk mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19, salah satunya adalah dengan cara adaptasi, inovasi, dan kolaborasi. 

"Kita harus beradaptasi dan bersiap mengakomodir kebutuhan wisatawan yang semakin sadar terhadap bahaya pandemi, selanjutnya melakukan inovasi seperti mendorong gerakan digital tourism dan memanfaatkan platform digital dalam mempromosikan pariwisata," jelasnya.

Dia mengaku, kolaborasi aktif seperti yang dilakukan Bank Indonesia ini agar ke depannya dapat dilakukan pembangunan infrastruktur yang memadai menuju destinasi wisata serta melaksanakan event pariwisata di daerah agar wisatawan dapat mendapatkan experience yang sulit dilupakan ketika mengunjungi Maluku Utara. Dan yang tidak kalah penting, membutuhkan dukungan masyarakat maupun organisasi pariwisata untuk terus berupaya mempromosikan pariwisata di Maluku Utara agar meramikkan pamor wilayah itu sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Indonesia.

Selanjutnya kata Hario, kegiatan kembali dilanjutkan dengan talkshow dengan tema “Strategi Adaptasi UMKM Merespon Dampak Pandemi Covid-19”. Narusmber pada talkshow ini adalah Nofi Bayu Darmawan (CEO Komerce), Gazan Azka Ghafara (Owner Zanana), Irmawati A. Husein (Owner Ifamoy), dan moderator Aprilia Putri (News Anchor). Dalam talkshow ini kita membahas bagaimana strategi UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

Dari talkshow ini dapat diketahui bahwa UMKM harus dapat memahami proses bisnis dan keunggulan dari produk mereka, lalu para UMKM harus belajar menggunakan teknologi digital sebagai sarana promosi, dan terus berinovasi serta adaptif terhadap perubahan. 

Strategi ini tentunya perlu didorong oleh semua pihak dan inisiatif dari UMKM itu sendiri untuk dapat bertahan dan berkembang dalam menghadapi kebiasaan baru. Kendala seperti mahalnya ongkos kirim dan juga beberapa kendala seperti supply kemasan dari luar daerah kedepannya bisa diatasi dengan adanya dukungan dari 

"PT Pos Indonesia dan PT Garuda Indonesia kepada UMKM Maluku Utara dengan meringankan biaya ongkos kirim. Selain itu, kita akan terus lakukan koordinasi agar para UMKM mendapatkan dukungan pembiayaan dari perbankan," pungkasnya.(RED)


Reporter: TIM
Editor: Fauzan Azzam

BERITA TERKAIT