Home / Advertorial / Bappelitbangda

Musrembang RKPD Kota Ternate 2023, Sepakati Anggaran Sebesar Rp, 1,9 Triliun

25 Maret 2022

TERNATE, OT - Forum Perangkat Daerah dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang digelar selama dua hari berturut-turut, telah menyepakati 8 misi dan 14 program prioritas di tahun 2023.

Kegiatan Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD yang dibuka oleh Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman pada Rabu (23/3/2022) dan ditutup Wakil Wali Kota pada Kamis (24/3/2022) itu, juga menyepakati alokasi anggaran 8 misi dan 14 program priotitas tahun 2023, sebesar, Rp, 1,973.122.223.957.

.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, rumusan yang dilahirkan hari pertama pada forum perangkat daerah, intinya bagaimana menjaring aspirasi yang berkembang di masyarakat melalui instrumen pelaksanaan musrenbang RKPD yang telah digelar melalui Kelurahan, Kecamatan sampai pada musrenbang Kota.

Menurutnya, hasil kompilasi Musrenbang RKPD di hari pertama adalah bagaimana mengkompilasi renja OPD dengan hasil yang disepakati di tingkat kelurahan, "ada tiga output yang merupakan keluaran dari musrenbang kelurahan, pertama sejumlah program kegiatan prioritas yang disepakati untuk diibiayai menggunakan pola swadaya masyarakat. kedua, program prioritas yang dihasilkan dalam musrenbang tingkat kelurahan itu yang disepakati menggunakan anggaran DPK atau dana pembangunan kelurahan, dan ketiga, program kegiatan prioritas yang disepakati pada level musrenbang kelurahan yang pembiayaan menggunakan APBD atau melalui program kegiatan yang disinergikan dengan Renja OPD," beber Rizal.

Menurutnya, kegiatan yang forum RKPD dan Musrenbang kali ini sedikit berbeda tanpa mengurangi substansi atau semangat dari pelaksanaan musrenbang sesuai sistem perencanaan pembangunan Nasional Nomor 25 Tahun 2014.

.

Mantan Kadis Pariwisata Kota Ternate itu menjelaskan, pelaksanaan Musrenbang kota menghasilkan program kegiatan yang sudah dikaitkan dengan 8 misi yang ada di RPJMD Ternate Mandiri dan Berkeadilan (Andalan).

Delapan misi, yaitu ;

  1. Menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional dialokasikan sebesar Rp322.922.471.447
  2. Terciptanya tata kelola pemerintahan yang ekstraktif dan responsif sebesar Rp232.422.503.573.
  3. Meningkatkan kemampuan daerah dalam penyediaan pelayanan publik yang berkualitas sebesar Rp722.425.523.382.
  4. Menumbuh kembangkan kelembagaan sosial dalam bingkai 7 nilai kebudayaan Ternate (Kie e Gam Magogugu Matiti Tondi) sebesar Rp63.549.382.725
  5. Setiap warga memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam berekenomi sebesar Rp21.720.728.654.
  6. Setiap warga masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam memperoleh pelayanan sarana prasarana perkotaan Rp526.026.308.290.
  7. Daerah melindungi masyarakat yang kurang mampu dialokasikan sebesar Rp75.785.539.096.
  8. Daerah memberikan ruang untuk tumbuh dan berkembangnya budaya masyarakat dengan memperhatikan sistem nilai dan norma sosial dialokasikan sebesar Rp8.269.766.790.

“Kalau musrenbang tahun kemarin hanya menghasilkan rekapan keberpihakan program kegiatan OPD di bidang ekonomi berapa, bidang sosial budaya berapa, bidang visi prasarana berapa. Akan tetapi untuk kali ini, saya merubah tata cara pelaksanaan maupun rekapan, sehingga kita sudah mampu mengetahui berapa anggaran keberpihakan untuk misi satu sampai misi delapan," sebutnya.

Tak hanya itu, untuk 14 program prioritas antara lain ;

  1. Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional alokasi anggaran sebesar Rp35.840.511.283.
  2. Peningkatan kualitas pelayanan publik sebesar Rp987.942.209.784
  3. Pembangunan infrastruktur dasar pada wilayah Moti, Hiri, dan Batang Dua sebesar Rp218.294.622.006.
  4. Revitalisasi dan penguatan peran BUMD sebesar Rp1.550.000.000.
  5. Optimalisasi sumber – sumber penerimaan daerah sebesar Rp29.969.773.183.
  6. Pengembalian iklim usaha yang kondusif serta peningkatan daya saing industri kreatif, UMKM dan IKM sebesar Rp42.081.078.654.
  7. Mendorong kemudahan akses pasar bagi masyarakat wilayah Hiri, Moti, dan Batang Dua sebesar Rp63.472.433.198
  8. Industrialisasi pengolahan sampah secara partisipatif sebesar Rp32.948.965.909.
  9. Konservasi sumber daya air sebesar Rp75.878.603.826.
  10. Perlindungan dan pelestarian cagar budaya sebesar Rp16.861.106.269.
  11. Membangun dan menghidupkan entitas keragaman sosial budaya masyarakat sebesar Rp995.000.000.
  12. Literasi dan Mitigasi Bencana sebesar Rp47.472.727.410.
  13. Pengembangan kota sebagai pusat informasi dan konsolidasi barang dan jasa sebesar Rp2.616.453.880.
  14. Revitalisasi dan penataan pola ruang kota yang berkelanjutan sebesar Rp417.198.738.554.

“Ini tata cara kita buat pola perencanaan yang terpadu terarah untuk mencapai sasaran yang lebih baik lagi. Jik dari awal kita setting tidak terarah, maka perencanaan itu dia tidak akan baik diakhir,” ucapnya.

.

Lanjut Rizal, total keseluruhan untuk keberpihakan anggaran terhadap 8 misi sebesar Rp, 1.973.122.223.957, untuk digodok dan didiskusikan, guna dilihat program prioritas, yang diberi penguatan dalam rapat OPD serumpun.

“Dalam bulan suci ramadhan Bappelitbangda tetap bekerja untuk tuntaskan ini sebelum dilaksanakan Musrenbang tingkat provinsi, sehingga 10 kabupaten kota, yang bersinergi dan akan ketemu nanti di Musrenbang tingkat Provinsi Malut. Setelah itu baru kita bawa ke musrenbang tingkat nasional, untuk dipilah, mana yang dibiayai APBD Kota Ternate, APBD Provinsi dan APBN,” pungkasnya.

 (tima)


Reporter: Gibran
Editor: Fadli

BERITA TERKAIT