Home / Berita / Nasional
04 November 2018

Kementerian PPPA Kembali Melaksanakan Pelatihan ICT Bagi Pelaku Industri Rumahan di Malut

Foto Bersama peserta Pelatihan ICT Bagi Pelaku Industri Rumahan

TIKEP, OT - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bekerjasama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM) serta Prodi Tekhnik Informatika Universitas Khairun Ternate, menggelar pelatihan Information and Communications Technology (ICT) bagi pelaku industri rumahan di provinsi Maluku Utara (Malut).

Kepala Dinas, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tidore Kepulauan, Burhanudin H mengatakan, PPPA tidak hanya mencegah kasus kekerasan dalam rumah tangga, namun lebih dari itu. Salah satunya perlu adanya pemberdayaan perempuan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi keluarga.

Kata dia, kegiatan ini sangat luar biasa. Sebelymnya panitia berkoordinasi dengannya dirinya sedikit ragu karena ibu di Tidore belum pernah pegang hp apalagi berhadapan langsung dengan komputer.

"Awalnya pikiran saya begitu, tapi pak Amal mengatakan ibu-ibu itu yang kami cari dengan kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan," katanya.

Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan usaha ekonomi dari setiap ibu-ibu bagi pelaku industri rumahan, agar mereka dapat mengakses hasil usaha melalui IT, yakni facebook, youtube atau media sosial lain.

Sementara Ketua Koordinator Pelaksana, Amal Khairan menambahkan, Pesan dari peserta jika kegiatan seperti ini diperhatikan batas umur, karena mempunyai kemampuan fisik yang terbatas sehingga sedikit kelelahan, tapi dalam persyaratan peserta tidak ada batasan umur.

"Harapan kedepan kementerian dapat melanjutkan kegiatan ini, karena ini baru awal dan kedua jangkauannya lebih diperluas , materi pelatihan mungkin ditambah tapi maksudnya yang sudah ikut pelatihan ini bisa dilanjutkan dengan pelatihan yang lain, misalnya bagaimana merancang atau membuat desaign prodak atau sampul kegiatan,"ujarnya.

Dia menambahkan, kegiatan ini kedua untuk wilayah Malut. "Sebenarnya target 400 orang tapi kondisi yang begitu luas jadi tidak mencapai seperti itu, sehingga ada dua kabupaten yang batal yaitu Halmera Barat dan Kepulauan Sula," katanya.(red)


Reporter: Sartika M. Bodja