Home / Indomalut / Ternate
10 Juli 2019

IAIN Ternate Bantah Mahasiswi Mereka Sengaja Lakukan Aborsi

Wadek III Fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan IAIN Ternate

TERNATE, OT- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), membantah jika mahasiswa mereka berinisial K (23) dengan sengaja melakukan aborsi terhadap janin yang kurang lebih berusuia  7 bulan pada Selasa (9/7/2019) kemarin, disebuah kamar kos yang terletak di Kelurahan Dufa-Dufa, kecamatan Ternate Utara.

Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Ternate, Suryani Hi. Umar saat ditemui indotimur di ruang kerjanya mengatakan, sebenarnya mahasiswi yang berinisial K itu tidak sengaja menggugurkan janinnya, tapi dia (mahasiswi) mengkonsumsi obat penahan sakit perut agar sakit yang diderita bisa turun. 

“Obat yang dikonsumsi itu asam mefenamat. Obat itu sebenarnya tidak dianjurkan bagi orang hamil dikonsumsi, tapi karena mungkin pelaku tidak paham resiko dari obat tersebut, sehingga dia mengkonsumsi,” ujarnya.

Lanjut Suryani, menurut keterangan pelaku pada dirinya saat dipanggil di Polsek Ternate Utara mengatakan, sebelum terjadi pengguguran pelaku sering keluar masuk kamar mandi karena merasakan buang air kecil. “Terakhir pelaku masuk ke kamar mandi langsung terjadi pendarahan sekaligus bayinya keluar,” ucap Suryani.

"Jadi sebenarnya dia tidak berencana untuk membunuh bayinya, tapi karena dia mengkonsumsi obat keras makanya bayi tersebut meninggal," ujarnya.

Meskipun demikian, lanjut dia, masalah ini akan diproses diinternal institusi, tapi sementara ini Dekan masih berada di luar daerah, sehingga menunggu dekan balik lalu lalu dilakukan rapat. “Keputusannya seperti apa baru diajukan kepada institut untuk mengambil kebijakan, jadi saat ini kami belum bisa ambil kebijakan sendiri, karena sesuai prosedur dan arahan dari dekan," jelasnya.

"Semoga dia (pelaku) selalu sehat dan ada jalan terbaik untuk dirinya, karena yang nama manusia semua memiliki masalah. Dan bagi mahasiswi lain dengan kejadian ini sebagai suatu pembelajaran kedepannya," ucap Suryani.(MG_02)


Reporter: Munawir Suhardi