Home / Ternate Andalan

Respon Cepat, Wali Kota Ternate Tinjau Wilayah Terdampak Banjir

Bersinergi Untuk Memastikan Penanganan Banjir Secara Menyeluruh dan Terintegrasi
06 Januari 2026

TERNATE, OT - Hujan yang mengguyur Kota Ternate sejak sejak Senin pagi (5/1/2026) menyebabkan genangan air di sejumlah kawasan. 

Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate bergerak cepat dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi terdampak.

Langkah ini sejalan dengan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi di wilayah Maluku Utara selama periode 5 hingga 11 Januari 2026.

Sebagai bentuk respons cepat, Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, bersama Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara (Malut) Saleh Talib,  turun langsung meninjau kondisi luapan air dan genangan di sejumlah titik di wilayah Ternate Utara.

Lokasi yang dipantau meliputi Kelurahan Salero, Kelurahan Siko, Kelurahan Akehuda, serta Kelurahan Tafure di Kecamatan Ternate Utara.

Dari hasil pemantauan di lapangan, beberapa lokasi terpantau mengalami genangan air akibat luapan aliran serta longsoran kecil. Kondisi tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan peningkatan debit air di kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga.

Kunjungan lapangan ini sekaligus menjadi ruang dialog antara pemerintah dengan masyarakat terdampak. Warga menyampaikan langsung kondisi yang dialami, termasuk persoalan saluran air yang dinilai belum mampu menampung debit hujan saat curah hujan tinggi.

Salah satu warga Kelurahan Tafure, berharap adanya perhatian serius terhadap infrastruktur drainase. “Kami berharap pemerintah bisa membangun dan memperbaiki saluran drainase atau got, supaya aliran air lebih lancar. Hampir setiap hujan lebat, terutama di bulan Desember dan awal tahun, wilayah ini sering tergenang,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, menjelaskan, penanganan akan dilakukan secara bertahap. “Untuk jangka pendek, kami akan melakukan pengaturan aliran air dan koordinasi teknis dengan Pemkot Ternate. Selanjutnya, untuk jangka menengah dan panjang akan dilakukan kajian terkait perbaikan serta pembangunan sistem drainase yang lebih memadai,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, menegaskan pentingnya penanganan banjir secara menyeluruh dan terintegrasi. “Kami minta kepada Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai, untuk mengkaji kembali penanganan banjir skala kota. Saat ini permukiman warga sangat dekat dengan area aliran air, dan sewaktu-waktu jika intensitas hujan tinggi serta debit air meningkat, hal ini bisa menyebabkan banjir di beberapa kawasan,” ungkapnya.

Wali Kota juga menambahkan, Pemkot Ternate akan terus melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan genangan dan potensi banjir dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perkembangan cuaca.

Pada pemantauan tersebut, turut mendampingi Wali Kota, Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate Ferry Handany Welley dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate Rus’an M. Nur Taib, Plt Kepala DLH, Musli Muhammad serta Camat Ternate Utara Sunarto M. Taher.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT