TERNATE, OT - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mengawali tahun anggaran 2026 dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perangkat Daerah, pada Selasa (6/1/2026).
Rakor ini menjadi forum konsolidasi, evaluasi, sekaligus penajaman arah kebijakan pemerintahan sepanjang tahun 2026.
Rapat yang dipusatkan di aula kantor Dinas Pendidikan itu, dipimpin langsung Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman didampingi Wakil Wali Kota, Nasri Abubakar dan Sekretaris Darrah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly.
Rakor ini dihadiri oleh para pimpinan OPD, Sekretaris Dinas, Kepala-Kepala Bagian serta para Camat se-Kota Ternate.
Selain untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan pemerintahan, Rakor ini juga membahas skema atau strategi Pemerintah Kota Ternate menghadapi tekanan fiskal akibat pengurangan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD).
Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman dalam Rakor menegaskan pentingnya kehadiran aktif pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam merespons persoalan lingkungan, tata ruang, kebencanaan, dan pelayanan publik.
“Pemerintah tidak boleh bersifat reaktif, melainkan harus mampu membaca potensi risiko sejak dini,” kata Wali Kota.
Alumni Sekolah Pemerintahan (STPDN) angkatan pertama itu turut menyoroti persoalan banjir, sampah, dan tata ruang yang dinilai saling berkaitan.
Wali Kota meminta seluruh jajaran, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat Kelurahan, untuk lebih aktif melakukan patroli wilayah dan pengawasan lapangan, khususnya di kawasan rawan.
“Ini bukan hanya soal teknis, tapi soal kehadiran, empati, dan tanggung jawab. Pemerintah harus terlihat, harus hadir, dan harus bekerja,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota juga menekankan pentingnya efisiensi pengelolaan keuangan daerah. Seluruh perangkat daerah diminta melakukan pengendalian anggaran secara disiplin, termasuk penghematan energi dan penggunaan fasilitas kantor secara proporsional.
“Seluruh jajaran harus menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, dan menjaga konsistensi pelaksanaan kebijakan, termasuk disiplin waktu dalam kegiatan pemerintahan,” pungkas Wali Kota

Sementara itu, Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, turut menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Meski demikian, dia menilai capaian tersebut belum maksimal jika dibandingkan dengan potensi yang dimiliki daerah.
Nasri menekankan pentingnya pendataan potensi secara akurat sebagai dasar penetapan target PAD yang realistis sekaligus menantang.
Dia turut menegaskan, sejumlah sektor yang mampu melampaui target ketika potensi dikelola dengan baik dan jujur.
“Kalau kita jujur pada potensi dan serius mengelolanya, maka peningkatan PAD itu sangat mungkin dicapai,” terangnya.
(fight)









